Kisah sedih menimpa Asmidar (38) tahun perempuan hamil penumpang kapal KMP Lome saat berlayar dari Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton, Riau, menuju Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, Sabtu (3/1/2025).
Asmidar melahirkan di atas kapal, perempuan yang tinggal di Batam itu meninggal selepas dievakuasi ke rumah sakit. Sementara sang anak selamat dan sehat, saat ini bayi tersebut sudah diserahkan ke keluarga korban.
General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Andri Setiawan, memastikan proses persalinan ditangani cepat dan sesuai prosedur keselamatan.
“Segera setelah laporan diterima, nahkoda mengambil alih komando dan mengaktifkan prosedur darurat. Bantuan medis dimobilisasi, ruang persalinan disiapkan, dan persalinan didampingi tenaga kebidanan hingga bayi lahir selamat,” ujar Andri, Senin (5/1/2026).
Saat kondisi ibu pascapersalinan mengalami komplikasi, manajemen cabang langsung berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk Balai Karantina Kesehatan, KSOP, BPTD, KPLP, dan KP3, untuk memastikan penanganan lanjutan.
Evakuasi di laut sempat dipertimbangkan, namun kondisi cuaca dan gelombang dinilai tidak aman. Kapal pun melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Telaga Punggur dengan tim medis tetap siaga mendampingi pasien.
Setibanya di pelabuhan, Asmidar dievakuasi menggunakan ambulans dan langsung dirujuk ke rumah sakit. Bayi yang lahir dalam keadaan sehat dipulangkan kepada keluarga setelah pendampingan selesai.
Andri menambahkan, “Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya penumpang. Seluruh proses penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan, kemanusiaan, dan koordinasi lintas instansi.”
Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi manajemen ASDP. Perusahaan menegaskan keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama, dan prosedur penanganan kondisi darurat selalu dijalankan sesuai standar operasional yang berlaku.
Editor: Diki






