Menkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Nyata, Tak Hanya di Atas Kertas

Kamis, 28 Mei 2026 - 00:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Istimewa)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Istimewa)

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 merupakan pertumbuhan nyata, bukan sekadar angka statistik di atas kertas.

Purbaya menyebut Badan Pusat Statistik (BPS) menyusun data pertumbuhan ekonomi berdasarkan survei dan catatan aktivitas ekonomi masyarakat di lapangan.

“Angka itu bukan dibuat asal. BPS mengumpulkan data dari berbagai sektor ekonomi dan pengeluaran masyarakat,” kata Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Kementerian Keuangan, lanjutnya, juga melakukan pengecekan silang melalui sejumlah indikator ekonomi, seperti penjualan mobil dan motor, konsumsi semen, listrik, hingga belanja masyarakat.

Baca Juga :  PPP Tegaskan Persiapan Pemilu 2029 Dimulai dari Muswil

“Kalau semua indikator tumbuh, berarti ekonomi memang bergerak,” ujarnya.

Purbaya mengaku turun langsung ke sejumlah daerah untuk memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan. Ia melihat pusat perbelanjaan dan pasar tradisional ramai dikunjungi masyarakat.

“Jogja ramai, Surabaya ramai, Bandung ramai. Mal di Jakarta juga ramai, pasar tradisional juga ramai,” katanya.

Meski begitu, Purbaya mengakui pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan merata oleh masyarakat. Menurutnya, pemulihan ekonomi masih membutuhkan waktu untuk menyebar ke seluruh sektor.

“Kita baru mulai bangkit dari pertumbuhan lambat menuju pertumbuhan lebih cepat. Dampaknya perlu waktu agar merata,” jelasnya.

Baca Juga :  Pegadaian Sukses Gelar Tring! Golden Run 2026

Terkait nilai tukar rupiah yang hampir menyentuh Rp17.800 per dolar AS, Purbaya menilai pelemahan tersebut tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

“Biasanya mata uang melemah kalau fundamental terganggu. Tapi ekonomi kita justru bagus,” katanya.

Ia menjelaskan pemerintah terus menjaga stabilitas pasar obligasi melalui intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Langkah itu membuat imbal hasil atau yield obligasi tetap terkendali meski rupiah melemah.

“Selama pasar obligasi terkendali, minat investor asing tetap terjaga. Bahkan aliran modal asing ke pasar obligasi mulai masuk lagi,” ujar Purbaya. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

Prabowo: Perdamaian Timur Tengah Jadi Kepentingan Bersama Dunia
Mulai 1 Juli 2026, Registrasi Kartu SIM Wajib Gunakan Biometrik
Kemenpar Gandeng OTA Perkuat Verifikasi Legalitas Akomodasi
OJK Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Dorong Ekonomi Daerah
Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Produksi Nasional Terus Digenjot
ESDM Desak PLN Percepat Pemulihan Listrik Sumatra
Pegadaian Perkuat Posisi sebagai Wajah Bank Emas Indonesia
Kemkomdigi Pastikan Ekosistem Digital Berkeadilan bagi UMKM Lokal
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:31 WIB

Prabowo: Perdamaian Timur Tengah Jadi Kepentingan Bersama Dunia

Sabtu, 30 Mei 2026 - 07:24 WIB

Mulai 1 Juli 2026, Registrasi Kartu SIM Wajib Gunakan Biometrik

Kamis, 28 Mei 2026 - 14:44 WIB

Kemenpar Gandeng OTA Perkuat Verifikasi Legalitas Akomodasi

Kamis, 28 Mei 2026 - 00:47 WIB

Menkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Nyata, Tak Hanya di Atas Kertas

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:43 WIB

OJK Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Dorong Ekonomi Daerah

Berita Terbaru

Menteri PPN/Bappenas RI Rachmat Pambudy didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad melihat sejumlah produk unggulan UMKM yang dipamerkan di Gedung Dekranasda Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Kamis (28/5/2026). Foto: Diskominfo Kepri

Pemerintahan

Menteri Bappenas Kagumi Budaya dan Potensi UMKM Kepri

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:41 WIB