Menkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Nyata, Tak Hanya di Atas Kertas

Kamis, 28 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Istimewa)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Istimewa)

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 merupakan pertumbuhan nyata, bukan sekadar angka statistik di atas kertas.

Purbaya menyebut Badan Pusat Statistik (BPS) menyusun data pertumbuhan ekonomi berdasarkan survei dan catatan aktivitas ekonomi masyarakat di lapangan.

“Angka itu bukan dibuat asal. BPS mengumpulkan data dari berbagai sektor ekonomi dan pengeluaran masyarakat,” kata Purbaya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, Rabu (27/5/2026).

Kementerian Keuangan, lanjutnya, juga melakukan pengecekan silang melalui sejumlah indikator ekonomi, seperti penjualan mobil dan motor, konsumsi semen, listrik, hingga belanja masyarakat.

Baca Juga :  Ekonomi Batam Tumbuh 6,76 Persen, Tertinggi di Kepri

“Kalau semua indikator tumbuh, berarti ekonomi memang bergerak,” ujarnya.

Purbaya mengaku turun langsung ke sejumlah daerah untuk memastikan aktivitas ekonomi tetap berjalan. Ia melihat pusat perbelanjaan dan pasar tradisional ramai dikunjungi masyarakat.

“Jogja ramai, Surabaya ramai, Bandung ramai. Mal di Jakarta juga ramai, pasar tradisional juga ramai,” katanya.

Meski begitu, Purbaya mengakui pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dirasakan merata oleh masyarakat. Menurutnya, pemulihan ekonomi masih membutuhkan waktu untuk menyebar ke seluruh sektor.

“Kita baru mulai bangkit dari pertumbuhan lambat menuju pertumbuhan lebih cepat. Dampaknya perlu waktu agar merata,” jelasnya.

Baca Juga :  Satu Tahun Kepemimpinan Amsakar-Li Claudia, Pembangunan Batam Bergerak Cepat di Sektor Ekonomi hingga Sosial

Terkait nilai tukar rupiah yang hampir menyentuh Rp17.800 per dolar AS, Purbaya menilai pelemahan tersebut tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

“Biasanya mata uang melemah kalau fundamental terganggu. Tapi ekonomi kita justru bagus,” katanya.

Ia menjelaskan pemerintah terus menjaga stabilitas pasar obligasi melalui intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN). Langkah itu membuat imbal hasil atau yield obligasi tetap terkendali meski rupiah melemah.

“Selama pasar obligasi terkendali, minat investor asing tetap terjaga. Bahkan aliran modal asing ke pasar obligasi mulai masuk lagi,” ujar Purbaya. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi
Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan
Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan
Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga
Kemkomdigi Wajibkan Operator Lindungi Sisa Kuota Pelanggan
Prabowo Perkenalkan “Jas Hijau”: Jangan Lupakan Jasa Ulama

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:10

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi

Kamis, 10 September 2026 - 21:36

Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan

Senin, 7 September 2026 - 17:17

Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan

Sabtu, 5 September 2026 - 21:04

Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik

Kamis, 3 September 2026 - 20:09

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Berita Terbaru

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri latihan penanganan pasca-force down Koopsudnas Tahun Anggaran 2026 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Jumat (11/9/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:45