Menko PMK: Pendataan dan Aspirasi Warga Jadi Kunci Pemulihan Pascabencana Aceh

Sabtu, 27 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Evaluasi Tanggap darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh Tahun 2025 yang dipimpinMenteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno. Foto: Infopublik

Rapat Evaluasi Tanggap darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh Tahun 2025 yang dipimpinMenteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno. Foto: Infopublik

Pemerintah pusat menggenjot pemulihan pascabencana di Aceh dengan mempercepat transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan awal. Pemerintah memfokuskan langkah pada pembangunan hunian sementara (huntara), pencairan bantuan tunai langsung, serta pembenahan data lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menegaskan, pemerintah menempatkan kebutuhan dasar warga terdampak sebagai prioritas utama. Ia juga meminta seluruh pihak mencegah munculnya persoalan sosial dan kultural akibat penanganan bencana yang tidak peka terhadap aspirasi masyarakat.

Pratikno menilai pendataan akurat dan keterlibatan warga menentukan keberhasilan pemulihan. Menurutnya, setiap wilayah di Aceh memiliki karakter sosial dan budaya yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang menyesuaikan kondisi lokal.

Kepala BNPB Suharyanto memastikan pembangunan huntara berjalan lebih fleksibel. Pemerintah tidak lagi memaksakan pola hunian terpusat. Di sejumlah daerah, warga memilih huntara dibangun dekat rumah atau kampung asal mereka.

Baca Juga :  Telkomsel Percepat Pemulihan Jaringan di Takengon

“Yang penting warga segera keluar dari tenda dan menempati hunian layak. Huntara bisa dibangun di beberapa titik, sesuai kebutuhan dan kultur setempat,” kata Suharyanto.

BNPB memprioritaskan wilayah yang lahannya siap untuk dibangun lebih cepat. Daerah lain menyusul sesuai kesiapan lahan dan mekanisme pendanaan.

Selain hunian, pemerintah mulai menyalurkan bantuan biaya hidup bagi pengungsi yang tinggal sementara di rumah kerabat. Pemerintah memberikan bantuan Rp600 ribu per kepala keluarga per bulan selama Desember hingga Februari dan mentransfernya langsung ke rekening penerima melalui bank pemerintah di Aceh.

Saat ini, tujuh dari 18 kabupaten/kota terdampak telah memasuki fase transisi menuju pemulihan. Sebanyak 11 daerah lainnya masih memperpanjang status tanggap darurat. Kerusakan terberat terjadi di Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

Baca Juga :  Indonesia Borong 12 Penghargaan ASEAN Tourism Standards Award 2026

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah melaporkan kondisi akses logistik terus membaik. Jalur darat menuju Aceh Tengah kini dapat dilalui kendaraan hingga lima ton. Distribusi LPG dan kebutuhan pokok pun kembali lancar.

“Hari ini kami mengirim beras ke wilayah tengah, termasuk melalui dukungan pesawat Hercules, untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat,” ujar Fadhlullah.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA meminta pemerintah daerah menyiapkan perencanaan sejak awal. Ia menekankan pentingnya pemisahan pekerjaan pembangunan huntara dan infrastruktur pendukung agar pelaksanaan di lapangan berjalan lancar.

Pemerintah pusat menegaskan komitmennya mengawal pemulihan Aceh secara berkelanjutan. Pemerintah menargetkan pemulihan tidak hanya mengembalikan kondisi pascabencana, tetapi juga menggerakkan kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Sumber InfoPublik

 

Editor: Yuli

Berita Terkait

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni
Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya
Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam
Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi
Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag
Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan
Indonesia-Malaysia Perketat Perlindungan Anak di Media Sosial

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:28

Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:14

Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:23

Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag

Berita Terbaru