Pakar Kebijakan Publik Sebut Pilkada Tidak Langsung Bisa Jadi Opsi Alternatif

Selasa, 24 Februari 2026 - 23:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diskusi bertajuk Menakar Wacana Perubahan Sistem Pilkada di Batam, Selasa (24/2/2026). Foto: Istimewa

Diskusi bertajuk Menakar Wacana Perubahan Sistem Pilkada di Batam, Selasa (24/2/2026). Foto: Istimewa

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kepulauan Riau, Maryamah, membeberkan dua pelanggaran dominan dalam Pilkada 2024: politik uang dan ketidaknetralan aparatur sipil negara (ASN).

Ia menegaskan, politik uang masih menjadi persoalan krusial dalam pemilihan langsung. Sementara itu, pelanggaran netralitas ASN terus berulang di sejumlah daerah.

“Di Kepri masih didominasi dua hal, politik uang dan netralitas ASN. Kalau Pilkada, netralitas ASN menonjol. Kalau Pemilu, politik uang yang dominan,” ujar Maryamah dalam diskusi bertajuk Menakar Wacana Perubahan Sistem Pilkada di Batam, Selasa (24/2/2026).

Maryamah mengungkapkan, laporan dugaan politik uang muncul di Batam, Karimun, hingga Lingga. Modusnya bervariasi, mulai dari pembagian uang hingga pemberian fasilitas tertentu kepada pemilih.

Namun, ia mengingatkan, perubahan sistem pemilihan tidak otomatis menghapus pelanggaran.

“Perubahan skema bukan jaminan praktik itu hilang. Yang penting, fungsi pengawasan jangan sampai melemah,” tegasnya.

Baca Juga :  Amsakar Achmad Buka Rapat Anggota Tahunan Kopkar BP Batam

Maryamah memastikan Bawaslu siap beradaptasi dengan sistem apa pun yang ditetapkan pemerintah. Jika Pilkada tidak langsung diterapkan, objek pengawasan justru semakin jelas, yakni DPRD sebagai aktor utama.

“Prinsipnya, kami memastikan perubahan mekanisme tidak menghilangkan atau melemahkan fungsi pengawasan. Justru harus semakin kuat karena objeknya jelas,” katanya.

Maryamah menjelaskan, politik uang memiliki mata rantai panjang. Calon membutuhkan modal besar untuk maju, menggunakannya untuk mendulang suara, lalu terdorong mengembalikan modal setelah terpilih.

“Rantainya begitu. Butuh modal untuk maju, modal dipakai membeli dukungan. Setelah terpilih, yang dipikirkan bagaimana modal itu kembali,” ujarnya.

Dalam diskusi yang sama, dosen Magister Ilmu Pemerintahan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Dr. Bismar Arianto, menilai kualitas demokrasi sangat dipengaruhi tingkat pendidikan dan kondisi ekonomi masyarakat.

Menurutnya, literasi politik yang rendah membuat sebagian pemilih belum sepenuhnya menjadikan rekam jejak dan kinerja sebagai pertimbangan utama.

Baca Juga :  Amsakar Hadiri Tablig Akbar PERMASA di Masjid Agung Raja Hamidah

“Keterbatasan pendidikan dan kesejahteraan memengaruhi kualitas demokrasi. Pemahaman sebagian masyarakat kita belum memadai dalam menentukan pilihan,” ujarnya.

Ia menambahkan, tekanan ekonomi membuat sebagian warga rentan terhadap politik transaksional.

“Ketika ekonomi sulit, ada yang memilih karena faktor transaksional. Apa yang dia dapat dari proses itu,” katanya.

Sementara itu, Direktur BALAPI Rikson P. Tampubolon mendorong evaluasi sistem Pilkada dibahas secara rasional, termasuk opsi pemilihan kepala daerah melalui DPRD.

“Kalau ada problem serius dalam pilkada langsung, tidak ada salahnya mendiskusikan alternatif, termasuk lewat DPRD. Sistem itu bersifat kontingensi, menyesuaikan kebutuhan,” ujarnya.

Ia menegaskan, perubahan sistem tidak otomatis berarti kemunduran demokrasi. Yang terpenting, mekanisme yang dipilih tetap akuntabel dan transparan.

Editor: Rega

Berita Terkait

Pemko Batam Evaluasi Kebakaran Saat Gotong Royong di Tanjung Uncang
Pemko Batam Tuntaskan Penataan Honorer, Belanja Pegawai Jadi Tantangan Baru
BP Batam Rangkul Mahasiswa Bahas Isu Strategis Pembangunan Batam
Kinerja Investasi dan Logistik Menguat, Plh. Kepala BP Batam: Batam Penggerak Ekonomi Kawasan
Data Center Batam Telkom Penuh Sebelum Beroperasi, NeutraDC Tambah Kapasitas
Batam Sambut 22 Atase Pertahanan dari 19 Negara Sahabat
Air Keruh di Tiban, BP Batam Lakukan Flushing Jaringan
Direct Call TPK Batu Ampar Melonjak 212 Persen, Perkuat Posisi Batam di Jalur Logistik Internasional
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:37 WIB

Pemko Batam Evaluasi Kebakaran Saat Gotong Royong di Tanjung Uncang

Senin, 8 Juni 2026 - 21:16 WIB

Pemko Batam Tuntaskan Penataan Honorer, Belanja Pegawai Jadi Tantangan Baru

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:39 WIB

BP Batam Rangkul Mahasiswa Bahas Isu Strategis Pembangunan Batam

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:22 WIB

Kinerja Investasi dan Logistik Menguat, Plh. Kepala BP Batam: Batam Penggerak Ekonomi Kawasan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 04:57 WIB

Data Center Batam Telkom Penuh Sebelum Beroperasi, NeutraDC Tambah Kapasitas

Berita Terbaru