Pemko Batam Cari Titik Tengah Penetapan UMK

Kamis, 18 Desember 2025 - 06:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Batam Amsakar Achmad

Wali Kota Batam Amsakar Achmad

Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja dan keberlanjutan dunia usaha dalam penetapan Upah Minimum Kota (UMK) Batam.

Ketegasan ini disampaikan, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Rabu (17/12/2025). Ia memastikan seluruh proses penetapan UMK dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak bersifat sepihak.

Menurut Amsakar, penetapan UMK telah diatur secara jelas dalam regulasi nasional dan menggunakan formula yang objektif serta terukur. Pemerintah daerah tidak dapat menentukan besaran UMK secara sepihak tanpa mempertimbangkan indikator ekonomi yang telah ditetapkan.

“UMK tidak diputuskan secara sepihak. Ada aturan dan formula yang menjadi acuan, sehingga keputusannya tetap rasional dan berkeadilan,” tegas Amsakar.

Ia menjelaskan, besaran UMK ditentukan berdasarkan dua indikator utama, yakni pertumbuhan ekonomi daerah dan tingkat inflasi. Kedua indikator tersebut kemudian disesuaikan melalui indeks alfa sebagai variabel penyeimbang agar kebijakan pengupahan tetap proporsional.

Baca Juga :  TP-PKK Batam Silaturahmi dan Aksi Sosial di Setokok dan Sijantung

Amsakar menyebut kondisi ekonomi Batam saat ini menunjukkan tren yang cukup positif. Pada triwulan III tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Batam tercatat mencapai 6,89 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Capaian tersebut diharapkan dapat dipertahankan hingga akhir tahun.

“Alhamdulillah, pertumbuhan ekonomi Batam cukup baik. Mudah-mudahan hingga akhir tahun tetap sesuai dengan proyeksi yang telah disusun,” ujarnya.

Selain pertumbuhan ekonomi, inflasi Batam juga menjadi faktor penting dalam pembahasan UMK. Amsakar mengungkapkan, inflasi di Batam berada pada level yang relatif terkendali dan cenderung menurun. Kondisi ini dinilai membuka ruang bagi penetapan UMK yang lebih seimbang.

Dengan data pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang telah tersedia, pembahasan UMK selanjutnya mengerucut pada penentuan indeks alfa. Pada tahap ini, dialog antara serikat pekerja dan kalangan pengusaha biasanya berlangsung dinamis.

Baca Juga :  DPRD Batam Dorong Kawasan Bisnis Kelola Sampah Mandiri

Amsakar menjelaskan, selama ini pembahasan indeks alfa berada pada rentang 0,3 hingga 0,8. Rentang tersebut menjadi ruang dialog bagi seluruh pihak untuk mencari titik temu yang dapat diterima bersama.

“Jika bisa diambil angka tengah, saya kira itu merupakan bentuk kompromi yang baik,” katanya.

Ia juga mengapresiasi proses penetapan UMK di Batam yang dalam beberapa tahun terakhir dinilai berjalan relatif kondusif. Meski dinamika dan perbedaan pandangan kerap muncul, seluruh tahapan pembahasan tetap dapat dikelola dengan baik.

“Situasi ini menjadi modal penting bagi Batam dalam menjaga stabilitas ekonomi dan iklim investasi, sekaligus memastikan kepentingan pekerja tetap terlindungi,” tutup Amsakar.

 

Editor: Diki

Berita Terkait

Pemprov Kepri Perkuat Pengelolaan Aset, Ranperda BMD Fokus pada Kepastian Hukum
BNPT Dukung Penguatan Sistem Keamanan Pembangkit Listrik di Kepri
Radikalisme di Kepri Menurun, BNPT Dorong Penguatan Toleransi dan Literasi Digital
Tiga Daerah Mulai Bangun pada 2026, Wagub Diminta Awasi Langsung di Lapangan
Sensus Ekonomi 2026 di Kepri Dimulai, Gubernur Ansar Jadi Responden Perdana
Kepri dan Kementerian P2MI Bangun Ekosistem Pekerja Migran Berkualitas
Menteri P2MI Tinjau BP3MI Kepri, Tekankan Pelayanan Humanis bagi Pekerja Migran
Pemprov Kepri Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Utama dari BKN
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:35 WIB

Pemprov Kepri Perkuat Pengelolaan Aset, Ranperda BMD Fokus pada Kepastian Hukum

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:22 WIB

BNPT Dukung Penguatan Sistem Keamanan Pembangkit Listrik di Kepri

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:16 WIB

Radikalisme di Kepri Menurun, BNPT Dorong Penguatan Toleransi dan Literasi Digital

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:20 WIB

Tiga Daerah Mulai Bangun pada 2026, Wagub Diminta Awasi Langsung di Lapangan

Senin, 15 Juni 2026 - 17:15 WIB

Sensus Ekonomi 2026 di Kepri Dimulai, Gubernur Ansar Jadi Responden Perdana

Berita Terbaru