Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau tancap gas mempercepat transformasi digital dengan menyiapkan aparatur sipil negara (ASN) yang menguasai teknologi informasi dan komunikasi. Upaya itu diwujudkan melalui Program Digital Government Internship (DIGI-GO Internship) yang mulai dijalankan pada 2026.
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kepri bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kepri menggelar program magang berbasis Corporate University untuk memperkuat kompetensi digital ASN sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Sebanyak 10 ASN dari lima organisasi perangkat daerah (OPD) mengikuti program perdana tersebut. Selama 10 hari, peserta belajar sekaligus terjun langsung mengelola berbagai layanan digital pemerintahan.
Kepala BPSDM Kepri Any Lindawati menegaskan, Pemprov Kepri membutuhkan ASN yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pola pelayanan publik.
“Transformasi digital membutuhkan SDM yang siap. Karena itu kami mendorong ASN belajar langsung dari praktik kerja agar kemampuan yang diperoleh lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan organisasi,” katanya.
Diskominfo Kepri langsung melibatkan peserta dalam berbagai aktivitas pengelolaan layanan digital pemerintahan. Peserta tidak hanya menerima materi di ruang kelas, tetapi juga mempraktikkan kemampuan yang dipelajari selama magang berlangsung.
Peserta mendapat pembekalan jurnalistik, mobile photography, produksi dan editing video, desain infografis, hingga pengelolaan website pemerintahan.
Melalui pola pembelajaran tersebut, peserta dapat memahami proses kerja, menyelesaikan persoalan lapangan, serta mengasah keterampilan digital yang dibutuhkan instansi pemerintah.
“Peserta belajar dari pengalaman nyata sehingga proses pengembangan kompetensi menjadi lebih efektif,” ujar Any.
Sekretaris Diskominfo Kepri James Simon Pattikawa mengatakan kebutuhan ASN terhadap penguasaan teknologi terus meningkat seiring percepatan digitalisasi layanan pemerintahan.
Karena itu, Diskominfo Kepri memanfaatkan program magang sebagai sarana memperkuat kapasitas ASN sekaligus memperkenalkan praktik terbaik pengelolaan layanan digital.
“ASN harus mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Program ini kami arahkan untuk menjawab kebutuhan tersebut,” kata James.
Menurutnya, pengalaman lapangan akan membantu peserta memahami tantangan transformasi digital sekaligus meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi.
Pemprov Kepri menargetkan DIGI-GO Internship melahirkan ASN yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mendorong perubahan di lingkungan kerjanya.
BPSDM Kepri akan terus memperluas program serupa agar semakin banyak ASN memperoleh pengalaman kerja lintas bidang dan kompetensi digital yang relevan dengan kebutuhan organisasi.
Sebagai bentuk apresiasi, BPSDM Kepri memberikan sertifikat setara 20 jam pelajaran kepada peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan.
“Kami ingin mencetak ASN yang profesional, inovatif, adaptif, dan mampu menjadi penggerak transformasi digital di lingkungan Pemprov Kepri,” tegas Any.
Editor: Difky






