PSMTI Kota Tanjungpinang–Bintan menggelar perayaan Imlek 2557/2026. Panitia menetapkan Kuda Api sebagai simbol utama. Simbol ini mencerminkan kekuatan, semangat, dan dinamika perubahan.
Ketua Panitia Perayaan Imlek 2557/2026, Rudy Santoso, menyebut Imlek sebagai ruang kebersamaan. Perayaan ini memperkuat harmoni budaya di Kepulauan Riau.
Ketua Panitia Bazaar, Alay Immanuel, mengemas Bazar Imlek atau Pasar Malam dengan akulturasi budaya Melayu–Tionghoa dan Nusantara. Konsep ini mengangkat identitas budaya Kota Tanjungpinang. Kegiatan tersebut mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Panitia menampilkan permainan tradisional gasing, congkak, dan egrang. Kolaborasi musik Melayu–Tionghoa mengisi panggung utama. Pameran foto destinasi wisata Kepulauan Riau hadir di area bazar.
Panitia menghadirkan pertunjukan sanggar tari dan makyong. Parade cheongsam dan baju kurung Melayu berlangsung sepanjang acara. Atraksi barongsai, reog, dan kuda lumping tampil bergantian. Instalasi lampion menerangi Jalan Merdeka dan Teuku Umar. Photo booth bertema Kuda Api tersedia. Artis tampil pada puncak perayaan.
Sebanyak 500 stan UMKM beroperasi di lokasi bazar. Pelaku usaha menjajakan kuliner, minuman, dan pernak-pernik Imlek. Bazar ini menjadi yang terbesar di Tanjungpinang dan Kepulauan Riau.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mendukung penuh kegiatan ini. Pemerintah Kota Tanjungpinang ikut memfasilitasi pelaksanaan acara. LAM Kepri dan Polresta Tanjungpinang memberikan pengamanan. Warga sekitar Jalan Merdeka berpartisipasi aktif.
Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau memberikan izin penggunaan Jalan Merdeka. Panitia menyampaikan permohonan maaf atas potensi gangguan lalu lintas.
“Kami mengundang masyarakat Kepulauan Riau merayakan Imlek bersama di Tanjungpinang,” tutup Rudy Santoso.
Editor: Yuli






