Milenial dan Gen Z Jadi Target Utama Scam Digital

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Ilustrasi data persentase warga Indonesia yang terkena penipuan online (scam). Foto: Istimewa

Ilustrasi data persentase warga Indonesia yang terkena penipuan online (scam). Foto: Istimewa

Pertumbuhan pengguna internet di Indonesia memicu lonjakan penipuan digital atau scam. Hingga 2025, pemerintah mencatat sekitar 80 persen dari 284 juta penduduk telah terhubung ke internet atau lebih dari 229 juta pengguna.

Ketua Tim Layanan Aduan Transaksi Elektronik Direktorat Pengawasan Sertifikasi Elektronik Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Nanik Ramini, menegaskan peningkatan konektivitas digital memperbesar risiko kejahatan siber. Ia menyebut semakin luas penggunaan internet, semakin besar pula potensi scam.

Kemkomdigi menerima lebih dari 849 ribu laporan dugaan penipuan transaksi elektronik melalui CekRekening.id sejak 2017. Selain itu, layanan AduanNomor.id mencatat sekitar 176 ribu laporan penyalahgunaan nomor komunikasi sejak diluncurkan pada 2022.

Baca Juga :  Cuaca Terkini Kepri, Warga Pesisir Diimbau Waspada ROB

Nanik menilai angka tersebut belum mencerminkan kondisi sebenarnya. Ia meyakini jumlah korban di lapangan jauh lebih besar karena banyak masyarakat enggan melapor akibat kerugian kecil atau rasa malu.

Kemkomdigi mencatat lonjakan aduan tertinggi terjadi pada 2020–2021 saat pandemi Covid-19 mendorong belanja daring dan transaksi digital. Data CekRekening.id menunjukkan Gen Z dan milenial menjadi kelompok pelapor terbanyak, meski paling akrab dengan teknologi.

Baca Juga :  OJK Denda Pelaku Pasar Modal Rp542 Miliar,

Riset Global Anti-Scam Alliance (GASA) Indonesian Chapter mencatat hampir dua dari tiga orang dewasa di Indonesia pernah menghadapi upaya penipuan. Meski 86 persen responden merasa mampu mengenali scam, 35 persen tetap menjadi korban akibat rasa percaya diri berlebihan.

Nanik menegaskan pelaku scam kini menyasar kelompok dengan literasi finansial tinggi melalui modus investasi instan, penyamaran instansi resmi, dan rekayasa sosial. Ia mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan, memverifikasi informasi, dan memanfaatkan layanan resmi pemerintah sebelum bertransaksi digital. Sumber InfoPublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

Pemko Batam Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi 4,75 Persen
Investasi Batam Semester I 2026 Tembus Rp29,89 Triliun, Tumbuh 62,75 Persen
Telkom Raih Lestari Award 2026 Berkat Program Pengembangan Talenta Digital
BatamFast Resmikan Counter Baru, Perkuat Layanan Penyeberangan Batam-Singapura
Pemko Batam Libatkan RT/RW Dongkrak Kepatuhan Pajak Kendaraan
Tingkatkan Layanan Publik, Amsakar Resmikan Gedung Arsip dan Musala PN Batam
Amsakar-Li Claudia Apresiasi Sinergi PLN Batam dan Altiva, Perkuat Ekosistem Data Center di Batam
Pemko Batam Matangkan RPBD, Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:33 WIB

Pemko Batam Perkuat Sinergi Kendalikan Inflasi 4,75 Persen

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:23 WIB

Investasi Batam Semester I 2026 Tembus Rp29,89 Triliun, Tumbuh 62,75 Persen

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:56 WIB

Telkom Raih Lestari Award 2026 Berkat Program Pengembangan Talenta Digital

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:30 WIB

BatamFast Resmikan Counter Baru, Perkuat Layanan Penyeberangan Batam-Singapura

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:18 WIB

Pemko Batam Libatkan RT/RW Dongkrak Kepatuhan Pajak Kendaraan

Berita Terbaru