Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) menggelar edukasi terbuka tentang Penyakit Jantung Bawaan (PJB) pada Kamis (12/2/2026). Manajemen menghadirkan kegiatan ini untuk memperkuat literasi kesehatan jantung di tengah masyarakat.
Pasien dan keluarga memadati ruang tunggu Poliklinik Jantung RSBP Batam. Mereka mengikuti paparan materi sekaligus berdiskusi langsung dengan tim dokter.
Ketua Tim Proctorship PJB RSBP Batam, dr. Priyandini Wulandari, Sp.JP(K), FIHA, FASCC, memimpin langsung sesi edukasi. Ia menjelaskan pentingnya deteksi dini, ketepatan pengobatan, serta keterlibatan keluarga dalam setiap tahap penanganan PJB.
Menurutnya, tenaga medis tidak bisa bekerja sendiri. Keluarga harus memahami gejala, proses tindakan, hingga pola hidup pascapenanganan.
“Edukasi ini memperkuat keberhasilan pelayanan PJB di RSBP Batam sekaligus mendorong masyarakat lebih waspada dan segera berkonsultasi,” tegasnya.
Peserta pun aktif mengajukan pertanyaan. Mereka menggali informasi seputar prosedur medis, risiko tindakan, hingga pola hidup sehat yang harus dijalani pasien.
Di kesempatan terpisah, Ketua FErKI Batam, dr. Fandi Ahmad, menegaskan bahwa edukasi publik melengkapi upaya deteksi dini dan pelayanan medis. Ia menilai pemahaman yang kuat di tingkat keluarga akan mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Sejalan dengan itu, Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, SpJP, memastikan edukasi ini menjadi bagian dari rangkaian layanan jantung pada awal 2026.
“Sesuai arahan pimpinan BP Batam, kami terus memperkuat layanan kuratif, edukatif, dan preventif secara seimbang,” ujarnya.
Ia menambahkan, manajemen RSBP Batam terus mengintegrasikan nilai PRIMA Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat dalam setiap pelayanan. Melalui pendekatan tersebut, rumah sakit menempatkan keselamatan pasien dan manfaat sosial sebagai prioritas utama.
Editor: Rega






