Di sektor pendidikan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengalokasikan sekitar Rp9 miliar untuk membagikan seragam sekolah gratis kepada 39 ribu siswa baru jenjang SMA/SMK/SLB pada 2025. Sekolah menyalurkan bantuan tersebut pada September–Oktober 2025.
Pemprov Kepri juga menggelontorkan Rp376,2 juta untuk mendukung transportasi siswa, termasuk transportasi laut bagi 831 siswa di tujuh sekolah di Kabupaten Lingga. Program ini memastikan akses pendidikan tetap terjangkau, terutama bagi pelajar di wilayah kepulauan.
Dalam satu tahun kepemimpinan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dan Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, Pemprov mencatat capaian konkret. Ekonomi tumbuh tinggi, investasi meningkat, angka kemiskinan menurun, infrastruktur membaik, kualitas lingkungan terjaga, serta perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi rakyat semakin kuat. Pembangunan Kepri tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga pemerataan dan keberlanjutan untuk mewujudkan provinsi maritim yang maju, inklusif, dan berdaya saing.
Ansar menegaskan, capaian tersebut lahir dari kolaborasi semua pihak. Ia memastikan Pemprov terus memperkuat program yang berdampak langsung bagi masyarakat, mulai dari pendidikan dan kesehatan hingga infrastruktur strategis seperti Jembatan Batam–Bintan.
Sejak awal menjabat, Ansar–Nyanyang juga menyelaraskan kebijakan daerah dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Asta Cita. Pemprov Kepri mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, Program 3 Juta Rumah, serta Program Kemandirian Pangan.
Hingga pertengahan Februari 2026, realisasi MBG di Kepri mencapai 79,32 persen dengan 199 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan 506.076 penerima manfaat. Ansar dan Nyanyang menargetkan program ini rampung 100 persen di seluruh Kepri pada 2026. Saat ini, Pemprov fokus menuntaskan pembangunan SPPG, termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang tersisa sekitar 15 persen.
Editor: Rega






