Museum dan Monumen Bahasa di Pulau Penyengat Berpotensi Jadi Destinasi Wisata

Sabtu, 11 April 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Rencana pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa sebagai destinasi wisata di Pulau Penyegat. Foto: Dinas PUPP Kepulauan Riau

Rencana pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa sebagai destinasi wisata di Pulau Penyegat. Foto: Dinas PUPP Kepulauan Riau

Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Kementerian Bappenas RI, Medrilzam, menilai rencana pembangunan Museum dan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.

Menurutnya, potensi tersebut akan semakin kuat setelah pembangunan museum dan monumen rampung. Keberadaan kedua ikon itu diyakini mampu menarik wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.

“Pulau Penyengat ini sangat besar potensinya untuk wisata sejarah dan kebudayaan,” kata Medrilzam di Pulau Penyengat, Jumat (10/4).

Ia menegaskan akan terus mendorong realisasi pembangunan Museum dan Monumen Bahasa di kawasan tersebut. Apalagi Pulau Penyengat memiliki nilai sejarah penting yang berkaitan dengan lahirnya bahasa Indonesia.

Baca Juga :  TPID Kepri Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Bintan Center

“Kami berharap keunggulan ini dapat menarik wisatawan luar negeri, terlebih jika ada event berskala internasional,” ujarnya.

Medrilzam juga mengaku terkesan dengan keindahan Pulau Penyengat. Ia menyampaikan hal itu setelah mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah, seperti Masjid Penyengat, Balai Adat, serta lokasi rencana pembangunan monumen dan museum.

“Kalau ke Kepri sangat disayangkan tidak sampai ke Penyengat. Menurut saya, ini bisa menjadi magnet tersendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menyampaikan bahwa peletakan batu pertama Museum dan Monumen Tugu Bahasa direncanakan berlangsung pada Juni mendatang.

Baca Juga :  BI: Ekonomi Kepri Tumbuh 7,04 Persen, UMKM dan Digitalisasi Terus Diperkuat

Saat ini, pemerintah masih menunggu proses lelang manajemen konstruksi sebelum proyek dimulai.

“Kita lagi menunggu lelang manajemen konstruksi. Perkiraan kita bulan Juni sudah mulai berjalan,” ungkap Ansar.

Ia berharap pembangunan museum dan monumen tersebut dapat menjadi daya tarik wisata baru di Kepulauan Riau, khususnya Tanjungpinang.

Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan nantinya juga akan mendorong pertumbuhan dan perputaran ekonomi masyarakat, terutama di Pulau Penyengat.

“Dengan tingginya wisatawan yang datang, tentu akan berdampak pada pertumbuhan dan perputaran perekonomian di Tanjungpinang, khususnya di Pulau Penyengat,” tutupnya.

Editor: Difky

Berita Terkait

Pemprov Kepri Perkuat Pengelolaan Aset, Ranperda BMD Fokus pada Kepastian Hukum
BNPT Dukung Penguatan Sistem Keamanan Pembangkit Listrik di Kepri
Radikalisme di Kepri Menurun, BNPT Dorong Penguatan Toleransi dan Literasi Digital
Tiga Daerah Mulai Bangun pada 2026, Wagub Diminta Awasi Langsung di Lapangan
Sensus Ekonomi 2026 di Kepri Dimulai, Gubernur Ansar Jadi Responden Perdana
Kepri dan Kementerian P2MI Bangun Ekosistem Pekerja Migran Berkualitas
Menteri P2MI Tinjau BP3MI Kepri, Tekankan Pelayanan Humanis bagi Pekerja Migran
Pemprov Kepri Raih Penghargaan Adhi Manawa Nugraha Utama dari BKN
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:35 WIB

Pemprov Kepri Perkuat Pengelolaan Aset, Ranperda BMD Fokus pada Kepastian Hukum

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:22 WIB

BNPT Dukung Penguatan Sistem Keamanan Pembangkit Listrik di Kepri

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:16 WIB

Radikalisme di Kepri Menurun, BNPT Dorong Penguatan Toleransi dan Literasi Digital

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:20 WIB

Tiga Daerah Mulai Bangun pada 2026, Wagub Diminta Awasi Langsung di Lapangan

Senin, 15 Juni 2026 - 17:15 WIB

Sensus Ekonomi 2026 di Kepri Dimulai, Gubernur Ansar Jadi Responden Perdana

Berita Terbaru