TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Pasir Timah ke Malaysia, Selamatkan Potensi Kerugian Negara Rp1,52 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komandan Kodaeral IV, Laksda TNI Berkat Widjanarko, mengungkapkan keberhasilan itu dalam konferensi pers di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun, Selasa (21/7/2026). Foto: istimewa

Komandan Kodaeral IV, Laksda TNI Berkat Widjanarko, mengungkapkan keberhasilan itu dalam konferensi pers di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun, Selasa (21/7/2026). Foto: istimewa

TNI Angkatan Laut (TNI AL) menggagalkan penyelundupan 1,9 ton pasir timah ke Malaysia melalui Perairan Pelambung, Karimun. Prajurit Lanal Tanjung Balai Karimun menyita 50 karung pasir timah, menangkap seorang pelaku, dan menyelamatkan potensi kerugian negara sekitar Rp1,52 miliar.

Komandan Kodaeral IV, Laksda TNI Berkat Widjanarko, mengungkapkan keberhasilan itu dalam konferensi pers di Mako Lanal Tanjung Balai Karimun, Selasa (21/7/2026).

Laporan warga tentang dugaan penyelundupan pasir timah pada 20 Juli 2026 langsung menggerakkan Tim Quick Response Lanal Tanjung Balai Karimun bersama Satgas Operasi Cakra-26.K Sat Intelmar Pusintelal.

Tim menyisir Perairan Pelambung dan menemukan sebuah speedboat fiber bermesin ganda 200 PK yang membawa muatan mencurigakan. Pada pukul 01.45 WIB, tim menghentikan kapal tersebut dan memeriksa seluruh muatannya.

Baca Juga :  TNI AL Kodaeral IV Gelar Latihan Menembak Tingkatkan Profesionalisme Prajurit

Petugas menemukan 50 karung pasir timah seberat sekitar 1.900 kilogram dan langsung mengamankan seorang pelaku.

Penyidik kemudian menelusuri kasus tersebut dan mengidentifikasi lima orang yang diduga terlibat, yakni DS, W, A, OA, dan I. Mereka diduga mengatur pengiriman, mengendalikan kapal, dan mengangkut muatan ke Malaysia.

Selain pasir timah, petugas menyita speedboat, tiga telepon genggam, dua tas selempang, dompet, KTP, SIM A, dua kartu ATM, dua powerbank, dan satu kacamata.

Tim laboratorium kemudian menguji sampel barang bukti. Hasilnya, pasir tersebut mengandung timah (Sn) dengan kadar tinggi dan diduga berasal dari aktivitas penambangan.

Baca Juga :  TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,3 Ton Ketamine Senilai Rp4,55 Triliun

Berkat menyebut nilai pasir timah itu di pasar Malaysia mencapai sekitar Rp1,52 miliar. Karena itu, TNI AL berhasil mencegah kerugian negara sekaligus menggagalkan keluarnya sumber daya alam secara ilegal.

Saat ini, penyidik menahan pelaku dan mendalami jaringan penyelundupan. TNI AL juga menggandeng Bea Cukai, Kepolisian, dan aparat terkait untuk memburu pelaku lain yang terlibat.

“TNI AL akan terus memperketat patroli dan pengawasan laut. Kami juga mengajak masyarakat melaporkan aktivitas mencurigakan di perairan Indonesia,” tegas Berkat.

Editor: Yuli

Berita Terkait

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola
Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati
442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026
120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan
Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan
Kemenkes Salurkan 137 Ribu Masker N95 untuk Warga Terdampak Karhutla
Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam
Amsakar Minta Minimal Lima Ruang Kelas Baru di SDN 013 Sekupang

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:18

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:42

Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:19

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:11

120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:34

Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan

Berita Terbaru