Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan pentingnya peran perusahaan dalam memprioritaskan tenaga kerja lokal. Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan bukan semata soal ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga ketidaksesuaian antara kebutuhan industri dan kompetensi pencari kerja.
Amsakar menyoroti besarnya jumlah penduduk usia produktif yang belum diiringi dengan penyerapan tenaga kerja secara optimal. Kondisi ini membuat persaingan kerja semakin ketat dan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran.
“Kalau usia produktifnya besar tapi kompetensinya kurang, ya tidak bisa terserap. Maka pelatihan dan sertifikasi ini wajib,” tegas Amsakar.
Ia menilai peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi merupakan solusi paling realistis untuk menjawab tantangan tersebut. Namun, upaya ini tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata.
Menurut Amsakar, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi kunci. Pemerintah, perusahaan, lembaga pelatihan, dan industri harus bergerak bersama untuk menekan angka pengangguran.
Sebagai langkah konkret, Amsakar mengungkapkan bahwa pihaknya telah berdialog dengan para HRD dari sekitar 30 perusahaan. Dialog tersebut bertujuan memastikan kebutuhan keterampilan industri benar-benar selaras dengan program pelatihan yang disiapkan pemerintah.
Selain itu, Pemko Batam juga mendorong perusahaan, termasuk melalui mekanisme Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA), agar membuka ruang lebih besar bagi tenaga kerja lokal.
“Kita dorong perusahaan menyerap minimal 10–15 persen tenaga kerja dari masyarakat tempatan. Latih sebanyak-banyaknya, sertifikasi sebanyak-banyaknya. Sinergi harus jadi budaya kita,” ujarnya.
Amsakar juga menyoroti masih adanya perusahaan yang mengandalkan jalur PJTKI dalam proses rekrutmen. Menurutnya, pola tersebut sudah tidak relevan mengingat kualitas sumber daya manusia Batam kini semakin siap dan kompeten.
“Ke depan, rekrutmen melalui PJTKI tidak harus menjadi prioritas. Berikan ruang lebih besar bagi tenaga kerja lokal,” katanya.
Ia optimistis, konsistensi dalam pelatihan, sertifikasi, serta kolaborasi lintas lembaga akan memperkuat daya saing tenaga kerja Batam.
“Kalau ini kita jalankan bersama, Batam akan menjadi kota yang hebat,” tutup Amsakar.
Editor: Rega






