BPH Migas Pastikan Pasokan BBM Menjangkau Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Minggu, 18 Januari 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina Patra Niaga mastikan pasokan BBM di Provinsi Aceh, Sabtu (17/1/2026). Foto Istimewa

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina Patra Niaga mastikan pasokan BBM di Provinsi Aceh, Sabtu (17/1/2026). Foto Istimewa

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina Patra Niaga terus menormalisasi pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Provinsi Aceh, terutama di wilayah terdampak bencana seperti Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Hingga kini, kondisi pasokan BBM di Aceh secara umum aman. Sebanyak 97 persen Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah terdampak telah kembali beroperasi.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menegaskan distribusi BBM tetap menjangkau masyarakat meski sejumlah akses jalan terputus akibat longsor. Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Uning Mas, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.

Wahyudi menyebut BPH Migas memberikan keringanan pembelian BBM bersubsidi secara manual tanpa barcode selama masa tanggap darurat. Kebijakan ini bertujuan mencegah kepanikan masyarakat serta memudahkan aktivitas sehari-hari, termasuk pengoperasian genset bantuan pemerintah.

“Di Bener Meriah banyak akses jalan dan jembatan yang terputus akibat longsor. Karena itu, kami memberikan keringanan pembelian BBM agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dan tidak panic buying,” kata Wahyudi, Sabtu (17/1/2026).

Pemerintah Provinsi Aceh menetapkan masa tanggap darurat bencana sebanyak empat tahap. Tahap pertama berlangsung pada 28 November–11 Desember 2025, tahap kedua 12–25 Desember 2025, tahap ketiga 26 Desember 2025–8 Januari 2026, dan tahap keempat pada 9–22 Januari 2026 sesuai Keputusan Gubernur Aceh.

Baca Juga :  Sambut Bulan K3 2026, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Budaya HSSE dan Zero Accident

Wahyudi menjelaskan kondisi jalan yang masih dalam perbaikan membatasi kapasitas mobil tangki yang melintas hingga maksimal 8 kiloliter (KL). Untuk mengatasi hal tersebut, Pertamina menerapkan distribusi khusus menggunakan jerigen dan drum yang diangkut kendaraan double cabin 4×4 ke desa-desa terisolasi.

Selain itu, Pertamina menyiapkan suplai BBM dari Integrated Terminal Lhokseumawe ke hub distribusi sementara di Blang Rakal, Kabupaten Bener Meriah.

“Kami meninjau langsung Fuel Terminal bayangan di Blang Rakal. BBM dari Lhokseumawe kami pindahkan dari truk 16 KL ke truk 8 KL, lalu kami distribusikan secara estafet menggunakan jerigen dan drum. Ini bukti kehadiran negara di daerah bencana,” ujar Wahyudi.

Sepanjang 2025, kebutuhan Biosolar di Aceh mencapai 428.324 KL, sementara Pertalite mencapai 576.147 KL, termasuk untuk penanganan bencana. Selama bencana akhir November hingga Desember 2025, kebutuhan BBM meningkat sekitar 8 persen. Meski demikian, realisasi nasional masih berada di bawah kuota, yakni 95–98 persen.

Wahyudi mengapresiasi upaya PT Pertamina Patra Niaga dalam menjaga pasokan BBM di Aceh.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Resmikan SPBU Nelayan di Aceh Selatan, Akses BBM Makin Mudah

Anggota Komite BPH Migas Bambang Hermanto turut mengapresiasi Pertamina atas kerja kerasnya menyalurkan BBM melalui berbagai moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara menggunakan pesawat Hercules.

“Keringanan pembelian BBM harus dimanfaatkan dengan baik, dan perlu sosialisasi lanjutan saat masa tanggap darurat berakhir,” ujar Bambang.

Sementara itu, Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara Sunardi memastikan stok BBM di Aceh dalam kondisi aman. Saat ini, stok Biosolar di Integrated Terminal Lhokseumawe mencapai lima hari, sedangkan Pertalite 5,6 hari. Stok tersebut akan bertambah dengan kedatangan kapal BBM dalam waktu dekat.

Sunardi menyebut distribusi estafet mempercepat pemulihan pasokan energi di Bener Meriah dan Aceh Tengah. Pertamina mengoperasikan delapan unit mobil tangki 16 KL dan 10 unit mobil tangki 8 KL untuk menyuplai delapan SPBU di kedua wilayah tersebut.

“Saat ini pasokan BBM sudah mencukupi sekitar 85 persen kebutuhan normal di Bener Meriah dan 75 persen di Aceh Tengah. Kami berharap cuaca segera membaik agar jalur distribusi kembali normal,” tutup Sunardi.

 

Editor: Bibah

Berita Terkait

570 CPNS Kepri Lulus Latsar, Siap Mengabdi dan Layani Masyarakat
Hulubalang LAM Kepri Dikukuhkan, Ansar Minta Jadi Penjaga Marwah Melayu
Putra Kepri Raih Predikat Siswa Akademik Terbaik Bintara Polri 2026
Pertamina Patra Niaga IT Teluk Kabung Laksanakan Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Pasumpahan
Kepri Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Usung Konsep Main Raya Anak Nusantara
Komisaris Utama Pertamina Patra Niaga Perkuat Pengawasan Infrastruktur Energi di Sumbar
Dewi Kumalasari Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Batam
Wagub Nyanyang Ajak Umat Perkuat Toleransi di Sannipata Waisak 2570 Buddhasakara
Berita ini 63 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:07 WIB

570 CPNS Kepri Lulus Latsar, Siap Mengabdi dan Layani Masyarakat

Senin, 8 Juni 2026 - 21:54 WIB

Hulubalang LAM Kepri Dikukuhkan, Ansar Minta Jadi Penjaga Marwah Melayu

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:17 WIB

Putra Kepri Raih Predikat Siswa Akademik Terbaik Bintara Polri 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:42 WIB

Pertamina Patra Niaga IT Teluk Kabung Laksanakan Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Pasumpahan

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:34 WIB

Kepri Jadi Tuan Rumah Peringatan Hari Anak Nasional 2026, Usung Konsep Main Raya Anak Nusantara

Berita Terbaru