Sekolah Rakyat Jadi Program Strategis Nasional untuk Anak Kurang Mampu

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mensos RI Saifullah Yusuf saat menghadiri Rapat Kerja Nasional XVII APKAidi di Aston Hotel Batam, Selasa (20/1/2026). Foto: Istimewa

Mensos RI Saifullah Yusuf saat menghadiri Rapat Kerja Nasional XVII APKAidi di Aston Hotel Batam, Selasa (20/1/2026). Foto: Istimewa

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, program Sekolah Rakyat masuk Program Strategis Nasional Presiden. Program ini menargetkan keluarga paling tidak mampu, khususnya anak putus sekolah, berisiko putus sekolah, atau belum pernah sekolah.

Pernyataan itu disampaikan Saifullah Yusuf saat menghadiri Rapat Kerja Nasional XVII APKAidi di Aston Hotel Batam, Selasa (20/1/2026).

Sekolah Rakyat berbasis pendidikan berasrama. Program ini dijalankan lewat kerja sama pemerintah pusat dengan bupati, wali kota, dan gubernur. Kepala daerah dianggap paling memahami kondisi warganya karena memiliki data BPS.

“Anak dari keluarga paling tidak mampu menjadi perhatian serius Presiden. Negara hadir melalui Sekolah Rakyat,” kata Saifullah Yusuf.

Baca Juga :  BI Kepri Gelar KURMA 2026, Targetkan Transaksi UMKM Rp2,5 Miliar

Saat ini, Sekolah Rakyat beroperasi di 166 lokasi tahun ajaran 2024/2025. Pemerintah menargetkan jumlah sekolah terus bertambah seiring pembangunan gedung permanen.

Sementara ini, sekolah menggunakan gedung milik pemerintah provinsi atau kementerian, seperti Ketenagakerjaan dan Sosial. Pemerintah mendorong daerah menyiapkan lahan untuk percepatan pembangunan.

“Target Presiden, minimal setiap tahun 100 gedung permanen Sekolah Rakyat dibangun lewat APBN,” tegasnya.

Di Kepulauan Riau, tiga Sekolah Rakyat beroperasi di Anambas, Natuna, dan Tanjungpinang. Kapasitas siswa 50–200 anak, tergantung fasilitas.

Baca Juga :  Tawa Anak Pecah, Erlita Ajak Siswa PAUD Belajar Sambil Bermain

Tenaga pendidik direkrut melalui seleksi ketat bersama pemerintah daerah. Seluruh guru lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan telah menjalani masa adaptasi.

“Awalnya ada tantangan, tapi setelah satu sampai dua bulan guru sudah nyaman. Secara umum, program berjalan baik,” ujarnya.

Meskipun siswa berasal dari latar belakang berbeda, mereka bisa mengikuti sistem pembelajaran berasrama. Sebagian siswa memilih tetap tinggal di sekolah saat libur.

“Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tapi ruang aman dan harapan baru bagi anak-anak,” tutup Saifullah Yusuf.

Editor: Rega

Berita Terkait

Pemprov Kepri Tuntaskan Kanal Banjir Purwodadi, Targetkan Kawasan Bebas Genangan
Ansar Terima Kunjungan Ketua Pengadilan Tinggi Kepri, Lepas Ahmad Shalihin Bertugas ke Lampung
Pemprov Kepri Ajukan Ranperda Peternakan untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Selvi Ananda Kunjungi LPKA Batam, Pastikan Anak Binaan Dapat Bekal Masa Depan
Firmansyah Tekankan Proyek Perubahan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Posyandu Kepri Bertransformasi, Layani Enam Bidang SPM hingga Wilayah Terluar
Ansar Ajukan KUA-PPAS APBD Kepri 2027, Fokus Dorong Ekonomi dan Percepat Pembangunan
Pertamina Turunkan Harga Bright Gas di Sumbagut, Batam FTZ Kini Mulai Rp97 Ribu
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:40 WIB

Pemprov Kepri Tuntaskan Kanal Banjir Purwodadi, Targetkan Kawasan Bebas Genangan

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:54 WIB

Pemprov Kepri Ajukan Ranperda Peternakan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 23:11 WIB

Selvi Ananda Kunjungi LPKA Batam, Pastikan Anak Binaan Dapat Bekal Masa Depan

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:39 WIB

Firmansyah Tekankan Proyek Perubahan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:29 WIB

Posyandu Kepri Bertransformasi, Layani Enam Bidang SPM hingga Wilayah Terluar

Berita Terbaru