Amsakar Achmad, memilih sementara tidak menjadi pengurus partai untuk fokus menangani permasalah di Batam seperti banjir, sampah, dan air bersih di Batam.
“Untuk sementara ini, saya fokus menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan perhatian total,” ujar Amsakar, Senin (23/2/2026).
“Dengan intensitas kegiatan yang tinggi di Pemko dan BP Batam, ruang untuk mengurus partai sangat terbatas. Mengelola partai butuh konsentrasi penuh, tidak bisa separuh-separuh,” tambah.
Amsakar menegaskan keputusan ini objektif, berdasarkan beban kerja, waktu, dan tantangan yang cepat. Ia meminta agar situasi ini tidak didramatisir atau dipolitisir.
Terkait kabar bahwa dirinya “dipukul mundur” dari Nasdem, Amsakar membantah. “Awalnya, saya mendapat surat mandat dari Pak Surya Paloh. Namun setelah melihat volume kerja, saya berdiskusi dengan Waketum Saan Mustopa mengenai efektivitas saya. Jika ada figur yang lebih fokus dan punya waktu untuk memimpin partai di Kepri, kami percayakan kepada mereka,” ucapnya.
Amsakar menekankan bahwa dirinya bukan mundur secara sepihak. “Saya meminta pertimbangan Jakarta soal efektivitas saya dengan beban kerja yang tinggi. Jika ada yang lebih representatif, kami dorong. Hingga saat ini, saya masih anggota Nasdem dan belum ada pemikiran untuk berpindah partai. Semua spekulasi itu tidak benar,” katanya mengakhiri.
Editor: Yuli






