Pemerintah Kota Batam melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batam menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak banjir di Aceh.
Melalui program Batam Peduli, Baznas Kota Batam membangun 12 titik sumur bor lengkap dengan fasilitas sanitasi. Warga kini memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memenuhi kebutuhan air bersih pascabanjir akibat curah hujan ekstrem dan siklon tropis pada akhir 2025.
Baznas Kota Batam juga menyalurkan bantuan dana Rp180 juta untuk membantu pemulihan masyarakat.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebut bantuan tersebut sebagai wujud solidaritas masyarakat Batam untuk warga Aceh.
Baznas menghimpun zakat, infak, dan sedekah dari para muzakki di Batam, lalu menyalurkannya dalam bentuk pembangunan akses air bersih yang dibutuhkan masyarakat.
Baznas membangun sumur bor di tiga wilayah terdampak, yakni Aceh Tamiang enam titik, Pidie Jaya empat titik, dan Pidie dua titik di Mushalla Pasar Kembang Tanjong serta Balai Pengajian Gampong Meuraxa.
Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas air bersih, tetapi juga memperkuat solidaritas antara masyarakat Batam dan Aceh.
“Kami berharap sumur bor dan sanitasi ini membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih serta mendukung aktivitas ibadah dan pendidikan,” kata Amsakar.
Pemko Batam menegaskan akan terus menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui pengelolaan dana sosial yang transparan dan tepat sasaran.
Editor: Bibah






