PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Fuel Terminal (FT) Krueng Raya meresmikan Foodcourt UMKM di Desa Meunasah Mon, Aceh Besar, Jumat (3/4/2026). Program ini bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pertamina menggandeng Pemkab Aceh Besar untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan Pertamina terus mendukung pengembangan UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah.
“Melalui Foodcourt UMKM ini kami menghadirkan ruang usaha yang produktif agar pelaku UMKM dapat meningkatkan pendapatan dan memperkuat ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Fuel Terminal Manager Krueng Raya, Danang Agung Saputra, menambahkan Pertamina ingin memastikan operasional perusahaan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami menyediakan fasilitas usaha sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat agar terus berkembang,” katanya.
Program ini melibatkan 28 kepala keluarga sebagai penerima manfaat. Pertamina menyiapkan 15 kios usaha serta memberikan bantuan modal, pelatihan memasak, dan pelatihan pelayanan dengan menghadirkan chef profesional.
Pertamina juga melakukan pendampingan dan monitoring agar usaha UMKM berkembang dan berkelanjutan.
Salah satu penerima manfaat, Rika, mengaku bersyukur atas program tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Foodcourt ini memberi kami tempat usaha yang layak dan peluang menambah penghasilan,” ujarnya.
Pemkab Aceh Besar mengapresiasi program tersebut. Bupati Aceh Besar yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Sulaimi, menilai program ini mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.
Kegiatan ini juga dihadiri Sales Area Manager Retail Aceh Pertamina Patra Niaga, Misbah Bukhori, serta masyarakat setempat. Program tersebut turut mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Editor: Difky






