Pulau Penyengat, Jembatan Lintas Generasi Menuju Pariwisata Berkelanjutan

Minggu, 19 April 2026 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat terlihat dari udara. Pulau Penyengat terletak di Kota Tanjungpinang menjadi jembatan lintas generasi menuju pariwisata berkelanjutan. Foto: Diskominfo Kepri

Masjid Raya Sultan Riau, Pulau Penyengat terlihat dari udara. Pulau Penyengat terletak di Kota Tanjungpinang menjadi jembatan lintas generasi menuju pariwisata berkelanjutan. Foto: Diskominfo Kepri

Pulau Penyengat terus memperkuat perannya sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, dan religi yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau.

Pulau ini dikenal sebagai miniatur kejayaan peradaban Melayu-Islam. Dari pulau ini lahir tata bahasa Melayu yang menjadi dasar Bahasa Indonesia melalui karya tokoh besar Raja Ali Haji. Pemerintah juga menetapkan Pulau Penyengat sebagai cagar budaya nasional sekaligus mengembangkannya sebagai destinasi wisata halal unggulan.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus merevitalisasi kawasan Pulau Penyengat secara masif. Program ini sejalan dengan arah pembangunan pariwisata nasional dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2024–2029 yang menekankan konsep pariwisata berkualitas dan berkelanjutan melalui pendekatan pariwisata regeneratif.

Konsep tersebut menekankan keterlibatan masyarakat serta mendorong dampak positif bagi lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya.

Presiden Prabowo Subianto juga menginstruksikan penerapan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) serta Gerakan Wisata Bersih untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan destinasi wisata di seluruh daerah.

Baca Juga :  Prabowo: Perdamaian Timur Tengah Jadi Kepentingan Bersama Dunia

Menindaklanjuti kebijakan itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mempercepat penataan kawasan Pulau Penyengat. Pemerintah membangun dan memperbaiki jalan kawasan, drainase, lampu penerangan, serta menata objek wisata. Pemerintah juga menyediakan fasilitas umum seperti toilet dan sistem pengelolaan sampah.

Pengembangan pariwisata juga melibatkan masyarakat melalui penguatan UMKM, pengelolaan homestay, dan penyelenggaraan atraksi wisata berbasis budaya lokal.

Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Hasan, menegaskan Pulau Penyengat memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.

“Pulau Penyengat tidak hanya memiliki nilai sejarah tinggi, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui pariwisata budaya dan religi,” ujarnya.

Hasan menambahkan, pendekatan pariwisata regeneratif menjadi kunci pengembangan Pulau Penyengat.

“Pariwisata harus memberi manfaat ekonomi sekaligus memperbaiki lingkungan, sosial, dan budaya dengan melibatkan masyarakat,” katanya.

Upaya ini mulai menunjukkan hasil. Pada Januari–Maret 2026, kunjungan wisatawan ke Pulau Penyengat mencapai sekitar 6.200 orang. Wisatawan datang dari Malaysia, Singapura, Eropa, serta berbagai daerah di Indonesia, terutama saat libur nasional dan Idulfitri.

Baca Juga :  Toto Haryanto Silitonga Dikukuhkan sebagai Kepala BPS Kepri

Menurut Hasan, peningkatan kunjungan tersebut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan UMKM, homestay, dan berbagai layanan wisata,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Kepri bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang juga membina pelaku UMKM dan pengelola homestay agar mampu memberikan layanan wisata yang berkualitas.

Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Wisatawan akan kembali berkunjung jika destinasi bersih, nyaman, dan ramah. Karena itu, peran masyarakat sangat penting,” tambah Hasan.

Ke depan, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan komitmennya melanjutkan pembangunan Pulau Penyengat. Pemerintah merencanakan pembangunan monumen bahasa, peningkatan penerangan jalan, serta revitalisasi lanjutan Balai Adat sebagai destinasi wisata baru.

Hasan menyebut pembangunan monumen bahasa dan museum akan menjadi daya tarik baru sekaligus penggerak ekonomi daerah.

“Monumen bahasa akan menjadi ikon baru yang memperkuat identitas sejarah sekaligus memberi efek berganda bagi pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Editor: Difky

Berita Terkait

Radisson Batam Raih Penghargaan Trip.Best Premium Hotel 2026
Wisman Capai 6,07 Juta, Pariwisata Indonesia Terus Tumbuh hingga Mei 2026
Ansar Tegaskan Pulau Penyengat Jadi Tonggak Lahirnya Bahasa Indonesia
Dragon Boat Race 2026, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kepri Resmi Dibuka
Delegasi Sosek Malindo Johor Nilai Pulau Penyengat Punya Potensi Besar Destinasi Budaya Melayu
Kemenpar Bidik Wisatawan Korea Selatan, Raup Potensi Devisa Rp9,4 Miliar
Penyengat Heritage 2026 Perkuat Wisata Budaya dan Pelestarian Lingkungan
Ansar Dorong Permainan Rakyat Kepri Jadi Daya Tarik Wisata Budaya
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:25 WIB

Radisson Batam Raih Penghargaan Trip.Best Premium Hotel 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:11 WIB

Wisman Capai 6,07 Juta, Pariwisata Indonesia Terus Tumbuh hingga Mei 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 00:56 WIB

Ansar Tegaskan Pulau Penyengat Jadi Tonggak Lahirnya Bahasa Indonesia

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

Dragon Boat Race 2026, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kepri Resmi Dibuka

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:01 WIB

Delegasi Sosek Malindo Johor Nilai Pulau Penyengat Punya Potensi Besar Destinasi Budaya Melayu

Berita Terbaru