OJK Ajak Generasi Muda Kritis dan Bijak Pahami Aset Kripto

Senin, 4 Mei 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kuliah umum Digital Financial Literacy (DFL) di Universitas Pattimura, Ambon. Foto: istimewa

Kuliah umum Digital Financial Literacy (DFL) di Universitas Pattimura, Ambon. Foto: istimewa

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong generasi muda memahami risiko investasi aset digital dan kripto secara aman, rasional, dan bertanggung jawab. Langkah ini sekaligus memperkuat ekosistem keuangan digital yang sehat, stabil, dan berkelanjutan.

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menegaskan pesatnya perkembangan kripto harus diimbangi pemahaman yang memadai. Ia mengingatkan masih banyak masyarakat terjebak investasi ilegal, penipuan digital, hingga kehilangan aset akibat lemahnya keamanan digital.

“Perkembangan kripto sangat cepat, tetapi risikonya juga tinggi. Tanpa pemahaman yang cukup, masyarakat rentan dirugikan,” ujar Adi dalam kuliah umum Digital Financial Literacy (DFL) di Universitas Pattimura, Ambon.

Baca Juga :  Pegadaian Cetak Laba Rp4,38 Triliun, Ekspansi Bank Emas Makin Agresif

Adi menekankan investasi kripto bersifat high risk high return dengan volatilitas tinggi. Investor tidak boleh hanya mengikuti tren, tetapi harus memahami fundamental, mekanisme, dan risiko sebelum berinvestasi.

Hingga Februari 2026, jumlah akun kripto di Indonesia menembus 21 juta pengguna. Sepanjang 2025, nilai transaksi mencapai Rp482,23 triliun. Pertumbuhan ini menuntut peningkatan literasi agar masyarakat tidak dirugikan.

Mahasiswa didorong menjadi agen literasi keuangan digital untuk mengedukasi masyarakat, menekan risiko kerugian, dan meningkatkan kepercayaan terhadap inovasi keuangan.

Baca Juga :  IASC Kembalikan Rp161 Miliar Dana Korban Scam

Kegiatan DFL di Ambon menjadi bagian Bulan Literasi Kripto (BLK). OJK menargetkan pemerataan literasi, terutama di Maluku yang masih memiliki kesenjangan antara inklusi (81,04 persen) dan literasi keuangan (40,78 persen).

Rektor Universitas Pattimura, Fredy Leiwakabessy, menilai edukasi ini penting agar mahasiswa mampu beradaptasi dan mengambil keputusan keuangan secara bijak di tengah perubahan cepat sektor digital.

DFL diikuti sekitar 400 mahasiswa dan menghadirkan narasumber dari OJK serta industri kripto. OJK akan terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi guna menciptakan masyarakat yang cerdas finansial dan aman secara digital.

Editor: Yuli

Berita Terkait

ARTOTEL Batam Hadirkan “The Late Shift”, Kuliner Malam
Pertamina Gembleng UMKM Binaan, Siapkan Produk Lokal Tembus Pasar Global
ETF Emas Segera Meluncur, BEI Siapkan Instrumen Investasi Berbasis Emas
J&T Express Perluas Layanan Internasional ke 60 Negara, Dukung UMKM Tembus Pasar Global
Wyndham Panbil Batam Resmikan Garden Bar dan SA HANG Restaurant, Perkuat Destinasi Kuliner di Batam
Bank Danus Raih Bintang 5, Winoto Masuk Top 10 CEO BPR 2026
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen
Sustainability Report 2025: TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 02:16 WIB

ARTOTEL Batam Hadirkan “The Late Shift”, Kuliner Malam

Sabtu, 4 Juli 2026 - 00:23 WIB

Pertamina Gembleng UMKM Binaan, Siapkan Produk Lokal Tembus Pasar Global

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:33 WIB

ETF Emas Segera Meluncur, BEI Siapkan Instrumen Investasi Berbasis Emas

Rabu, 1 Juli 2026 - 00:46 WIB

J&T Express Perluas Layanan Internasional ke 60 Negara, Dukung UMKM Tembus Pasar Global

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:56 WIB

Wyndham Panbil Batam Resmikan Garden Bar dan SA HANG Restaurant, Perkuat Destinasi Kuliner di Batam

Berita Terbaru