Batam, metroposid.com: Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa perhatian pemerintah pusat terhadap Batam semakin menguat, seiring hadirnya sejumlah regulasi baru yang ditujukan untuk mendorong pertumbuhan kawasan tersebut. Ia menyebut terbitnya PP 25, PP 28, hingga PP 47 Tahun 2025 sebagai bukti konkret dukungan pusat.
“Dalam sembilan bulan, tiga sampai empat PP lahir untuk Batam. Ini bukan kebetulan,” ujar Amsakar, Sabtu (6/12/2025).
Menurutnya, perhatian itu juga terlihat dari intensitas komunikasi antara BP Batam dan pemerintah pusat, serta tingginya kunjungan pejabat tinggi ke Batam. “Sepertiga menteri sudah datang ke Batam. Ini modal yang tidak dimiliki semua daerah,” katanya.
Amsakar menambahkan, iklim investasi Batam terus menunjukkan tren positif. Hingga triwulan II 2025, realisasi investasi telah mencapai 66 persen dari target sepanjang tahun. Capaian tersebut dinilai sebagai bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek Batam.
“Kita semua harus ikut menggaungkan Batam sebagai tujuan investasi,” ujarnya.
Meski demikian, Amsakar mengingatkan bahwa Batam harus tetap waspada terhadap dinamika regional, terutama setelah Singapura dan Johor, Malaysia, membuka Special Economic Zone (SEZ) sejak Januari lalu. Langkah itu diyakini dapat memengaruhi arus barang dan tenaga kerja di kawasan.
“Ini punya dampak langsung ke Batam. Kita harus adaptif,” tegasnya.
Sebagai antisipasi, BP Batam tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk penyederhanaan perizinan dan pemberian insentif bagi pelaku usaha.
“Kami ajukan percepatan kebijakan mulai dari Planologi, PKKPRL hingga AMDAL bagi investor. Prinsipnya, jangan biarkan pelaku usaha menunggu lama,” katanya.
Editor: Rega






