Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengajak guru di seluruh Indonesia ikut mengawal pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Pemerintah mengandalkan guru untuk memperkuat literasi digital dan melindungi anak dari ancaman di ruang siber.
Meutya menyampaikan ajakan itu saat membuka Forum Sahabat TUNAS bertema “Guru Berdaya, Generasi Unggul dan Tangguh Digital sebagai Investasi Masa Depan” di Bali, Kamis (2/7/2026).
Meutya menegaskan pemerintah terus memperkuat perlindungan anak melalui aturan turunan PP TUNAS. Salah satunya, pemerintah membatasi akses anak di bawah usia 16 tahun ke platform digital berisiko tinggi, termasuk media sosial dengan fitur komunikasi terbuka.
Menurut Meutya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri menjalankan kebijakan tersebut. Guru dan orang tua harus ikut mendampingi anak saat menggunakan teknologi.
“Perlindungan anak tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Guru harus ikut mendampingi anak di ruang digital,” ujarnya.
Meutya mengungkap tujuh ancaman yang paling sering mengintai anak di ruang digital. Ancaman itu meliputi kontak dengan orang asing, paparan pornografi dan kekerasan, eksploitasi komersial, penyalahgunaan data pribadi, kecanduan gawai, gangguan kesehatan mental, hingga gangguan kesehatan fisik.
Ia menilai ancaman tersebut dapat mengganggu tumbuh kembang anak jika penggunaan internet tidak dibarengi pengawasan.
Meutya meminta guru mengajarkan etika digital sejak dini. Ia juga mendorong sekolah membiasakan siswa menjaga data pribadi, mengenali modus kejahatan digital, serta menggunakan media sosial secara bijak.
Ia menegaskan teknologi tidak akan pernah menggantikan peran guru dan orang tua dalam membentuk karakter anak.
Melalui Forum Sahabat TUNAS, Kementerian Komunikasi dan Digital mempercepat implementasi PP TUNAS sekaligus memperkuat literasi digital nasional. Pemerintah berharap kolaborasi guru, keluarga, sekolah, dan masyarakat mampu menciptakan ruang digital yang aman bagi seluruh anak Indonesia. Sumber Infopublik
Editor: Rega






