ETF Emas Segera Meluncur, BEI Siapkan Instrumen Investasi Berbasis Emas

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bursa Efek Indonesia (BEI) segera menghadirkan Exchange-Traded Fund (ETF) Emas, instrumen investasi baru yang menggabungkan keunggulan emas sebagai aset lindung nilai dengan kemudahan transaksi di pasar modal. Produk ini diharapkan memperluas pilihan investasi sekaligus memperkuat ekosistem pasar modal nasional.

BEI mengembangkan ETF Emas sebagai bagian dari reformasi produk ETF untuk memperluas variasi instrumen investasi. Investor nantinya dapat membeli dan menjual ETF Emas melalui aplikasi perdagangan saham secara real time, tanpa harus memiliki atau menyimpan emas fisik.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, permintaan terhadap aset safe haven terus meningkat. Pelemahan dolar Amerika Serikat, perubahan kebijakan suku bunga, dan meningkatnya tensi geopolitik kembali mendorong minat investor terhadap emas.

Data BEI menunjukkan emas menjadi salah satu aset dengan pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025. Dalam 10 tahun terakhir, emas juga mencatat imbal hasil yang kompetitif dengan korelasi relatif rendah terhadap saham dan obligasi, sehingga efektif sebagai instrumen diversifikasi portofolio.

Sebagai salah satu produsen emas terbesar dunia, Indonesia memiliki peluang besar membangun ekosistem bullion nasional. Kehadiran ETF Emas diharapkan menjadi penghubung antara produksi emas dalam negeri dan kebutuhan investasi, baik dari investor domestik maupun global.

Baca Juga :  OJK Sita Aset Rp114 Miliar, Pemegang Saham Pengendali PT Asuransi Jiwa Prolife Jadi Tersangka

Pertumbuhan investor pasar modal turut memperkuat peluang tersebut. Hingga akhir Mei 2026, jumlah investor telah melampaui 27 juta. Dengan kapitalisasi pasar yang besar dan aktivitas transaksi yang terus meningkat, pasar modal dinilai siap menjadi sarana investasi emas yang efisien dan transparan.

ETF Emas berbentuk reksa dana kontrak investasi kolektif yang diperdagangkan di BEI seperti saham. Seluruh unit penyertaan didukung emas fisik yang disimpan secara aman di lembaga kustodian dan penyimpan emas berizin.

Emas yang menjadi underlying wajib memiliki tingkat kemurnian minimal 99,5 persen sesuai standar London Bullion Market Association (LBMA) atau 99,9 persen sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Mayoritas dana investasi ditempatkan pada emas, sedangkan sebagian kecil dapat dialokasikan ke instrumen pasar uang dan kas.

ETF Emas juga dapat diterbitkan dalam skema syariah. Produk ini telah mengantongi Fatwa DSN-MUI Nomor 163/DSN-MUI/VIII/2025 tentang ETF Syariah Emas.

Dalam ketentuannya, ETF Syariah Emas wajib bebas dari unsur riba, gharar, maysir, dan dharar. Setiap unit penyertaan juga harus didukung emas fisik yang tersimpan dalam allocated account.

Pengembangan ETF Emas mendapat dukungan penuh dari regulator. Otoritas Jasa Keuangan telah menerbitkan POJK Nomor 2 Tahun 2026 yang mengatur reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif dengan aset dasar berupa emas.

Baca Juga :  Honda Batam Perkuat CSR Lewat Donor Darah untuk PMI

BEI juga menyesuaikan aturan pencatatan dan perdagangan ETF untuk mendukung peluncuran produk tersebut. Langkah ini menunjukkan komitmen regulator dan pelaku industri dalam memperkuat investasi emas melalui pasar modal.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan minat industri terhadap ETF Emas cukup tinggi. Hingga saat ini, tujuh manajer investasi telah mengajukan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan ETF Emas kepada BEI.

“Saat ini ada tujuh manajer investasi yang telah menyampaikan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan ETF Emas kepada BEI,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers RUPST BEI, Senin (29/6).

Survei BEI juga menunjukkan ETF berbasis emas menjadi salah satu produk yang paling diminati investor untuk dikembangkan.

Meski menawarkan kemudahan, ETF Emas tetap memiliki risiko. Investor perlu memperhatikan fluktuasi harga emas global, likuiditas perdagangan, serta potensi tracking error antara kinerja ETF dan harga acuan emas.

Dengan dukungan regulasi dan tingginya minat pasar, kehadiran ETF Emas diharapkan menjadi tonggak baru pengembangan instrumen investasi yang lebih inklusif, modern, dan kompetitif di Indonesia.

Editor: Yuli

Berita Terkait

ARTOTEL Batam Hadirkan “The Late Shift”, Kuliner Malam
Pertamina Gembleng UMKM Binaan, Siapkan Produk Lokal Tembus Pasar Global
J&T Express Perluas Layanan Internasional ke 60 Negara, Dukung UMKM Tembus Pasar Global
Wyndham Panbil Batam Resmikan Garden Bar dan SA HANG Restaurant, Perkuat Destinasi Kuliner di Batam
Bank Danus Raih Bintang 5, Winoto Masuk Top 10 CEO BPR 2026
BI Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen
Sustainability Report 2025: TelkomGroup Perkuat Transformasi Bisnis dan Komitmen ESG untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Kajari Batam Ajak ASN Jaga Integritas dan Perkuat Pelayanan Publik
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 02:16 WIB

ARTOTEL Batam Hadirkan “The Late Shift”, Kuliner Malam

Sabtu, 4 Juli 2026 - 00:23 WIB

Pertamina Gembleng UMKM Binaan, Siapkan Produk Lokal Tembus Pasar Global

Jumat, 3 Juli 2026 - 10:33 WIB

ETF Emas Segera Meluncur, BEI Siapkan Instrumen Investasi Berbasis Emas

Rabu, 1 Juli 2026 - 00:46 WIB

J&T Express Perluas Layanan Internasional ke 60 Negara, Dukung UMKM Tembus Pasar Global

Minggu, 28 Juni 2026 - 17:56 WIB

Wyndham Panbil Batam Resmikan Garden Bar dan SA HANG Restaurant, Perkuat Destinasi Kuliner di Batam

Berita Terbaru