Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mempercepat distribusi BBM di Sumatera Utara. Perusahaan mengoperasikan Fuel Terminal Medan Group selama 24 jam, menambah 35 mobil tangki, dan memperkuat personel distribusi agar pasokan BBM ke SPBU kembali normal.
Pertamina memastikan stok BBM tetap aman. Saat ini, perusahaan terus memantau stok, distribusi, dan antrean di seluruh Fuel Terminal dan SPBU. Bersama mitra transportir, Pertamina juga menata pola distribusi untuk mempercepat penyaluran di tengah meningkatnya kebutuhan BBM.
Penyesuaian distribusi masih terjadi di sebagian SPBU yang berada di wilayah layanan Fuel Terminal Medan. Namun, Pertamina terus mempercepat pengiriman agar pasokan segera kembali normal.
Pertamina mengoperasikan Fuel Terminal Medan Group tanpa henti selama 24 jam. Perusahaan juga menambah 35 mobil tangki melalui skema spot charter, memperkuat Awak Mobil Tangki (AMT) dengan dukungan personel Bekang TNI dan Kodam I/Bukit Barisan, serta mengalihkan pasokan dari Fuel Terminal Kisaran, Siantar, dan Integrated Terminal Lhokseumawe.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan seluruh langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat distribusi BBM.
“Kami terus mempercepat distribusi BBM melalui operasional terminal 24 jam, penambahan armada mobil tangki, penguatan personel AMT, dan alih suplai dari terminal penyangga. Langkah ini kami lakukan agar pasokan ke SPBU lebih cepat dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” kata Fahrougi.
Ia menegaskan seluruh proses distribusi tetap mengutamakan standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Pertamina terus memantau stok, antrean, dan penyaluran BBM di setiap SPBU. Perusahaan juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Hiswana Migas, dan aparat keamanan untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Selain itu, Pertamina akan menambah personel AMT dan armada mobil tangki guna mempercepat distribusi.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. Perusahaan meminta masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau penimbunan agar pasokan tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar.






