Pertamina Patra Niaga menyalurkan bantuan logistik untuk 534 penyintas gempa di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, NTT.
PT Pertamina Patra Niaga menyalurkan bantuan logistik kepada 534 penyintas gempa di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan bantuan tersebut menyasar kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan pascabencana.
Pertamina menyalurkan tiga kelompok bantuan. Pertama, bahan pangan seperti beras, minyak goreng, dan air mineral.
Kedua, perlengkapan pengungsian berupa kasur lipat, selimut, dan penerangan darurat. Ketiga, kebutuhan sanitasi, antara lain sabun, pembalut wanita, dan popok bayi.
“Pertamina Peduli hadir untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan pascagempa. Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban para penyintas dan mendukung proses pemulihan di wilayah terdampak,” ujar Kitty melalui keterangan resmi, Sabtu (22/8/2026).
Camat Palue, Rudolfus Riba, mengapresiasi bantuan tersebut. Menurutnya, bantuan datang tepat waktu saat kebutuhan warga di pengungsian meningkat.
Pertamina menyerahkan bantuan di Posko Utama Kecamatan Palue dan Posko Pengungsian Desa Rokirole pada 20–21 Agustus 2026.
Untuk mencapai lokasi, tim Pertamina menempuh perjalanan laut sekitar lima jam menggunakan kapal feri dari Maumere. Tim kemudian melanjutkan perjalanan darat selama satu jam dengan kendaraan pikap melalui sejumlah wilayah yang terdampak longsor.
Sementara itu, BNPB mencatat 87 orang meninggal dunia akibat gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang NTT hingga Sabtu (22/8/2026).
BNPB juga mencatat 1.298 orang mengalami luka-luka, termasuk 336 orang yang mengalami luka berat.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pengungsi tersebar di sejumlah kabupaten.
“Pengungsi terbanyak ada di Kabupaten Manggarai dengan angka 41.427 jiwa, Kabupaten Nagekeo 34.256 jiwa, dan Kabupaten Manggarai Timur 31.372 jiwa,” ujar Berton. Sumber Infopublik
Editor: Bibah







