Batam, metroposid.com: Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Letjen TNI Tri Budi Utomo, membuka secara resmi The 2nd ASEAN–U.S. Maritime Exercise (AUMX 2025) di Hotrl AP Priemer, Kota Batam, Rabu (10/12/2025).
Latihan ini bertujuan memperkuat kerja sama, kepercayaan, dan interoperabilitas maritim di kawasan Indo-Pasifik. Peserta dan aset utama: Indonesia: KRI John Lie-358 & 1 Helikopter Bell 4203, AS USS Cincinnati-20 & 1 Drone. ASEAN Brunei (KDB Darulaman), Malaysia (KD Lekir-26), Myanmar (Kyan Sit Thar F-12), Filipina (BRP Antonio Luna FF-151), Singapura (RSS Vigour-92), Vietnam (VPNS-09), Kamboja, Laos, Thailand, Timor Leste: Augmented Staff
AUMX lebih dari latihan militer; sarana membangun kepercayaan, saling pengertian, dan berbagi kemampuan. Latihan mendukung keamanan maritim, berbagi informasi multilateral, dan kebebasan navigasi.
“AUMX bukan hanya latihan operasi angkatan laut, tetapi juga sarana memperkuat trust, saling pengertian, serta peningkatan kemampuan bersama untuk menjaga stabilitas maritim kawasan,” ujar Sekjen Kemhan RI.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura menambahkan, Kepri strategis dengan 2.028 pulau, berada di jalur pelayaran internasional
Keamanan maritim adalah kepentingan global, menghadapi illegal fishing, penyelundupan, kejahatan terorganisir, dan ancaman lingkungan AUMX memperkuat kapasitas bersama, diplomasi pertahanan, dan kelestarian laut
“Semoga latihan ini memperkuat persahabatan, memperdalam kerja sama, dan memperkokoh komitmen menjaga kedamaian di kawasan.
Together, we sail stronger. Together, we secure our seas,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa wilayah-wilayah terluar Kepri, seperti Natuna, Anambas, Bintan, dan Karimun, merupakan garda depan Indonesia dalam menjaga keamanan maritim. Kehadiran unsur maritim ASEAN dan Amerika Serikat di Batam menunjukkan pengakuan bahwa Kepri adalah simpul penting dalam menjaga keamanan regional.
“Latihan ini juga diharapkan membawa dampak positif bagi ekonomi daerah melalui peningkatan aktivitas pelabuhan, industri galangan kapal, pariwisata, hingga pembangunan ekonomi maritim berkelanjutan,” harapnya.
Editor: Diki






