Kebutuhan Listrik Data Center Melonjak, BP Batam Dorong Utility First

Minggu, 27 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota/Deputi Bidang Investasi Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Fary Djemy Francis. Foto: Humas BP Batam

Anggota/Deputi Bidang Investasi Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Fary Djemy Francis. Foto: Humas BP Batam

Anggota/Deputi Bidang Investasi Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Fary Djemy Francis, menegaskan kepastian tarif listrik, keandalan pasokan energi, dan kesiapan infrastruktur menjadi kunci pengembangan Batam sebagai pusat data center regional.

Fary menyampaikan hal itu dalam Sosialisasi Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 354.K/TL.04/MEM.L/2026 tentang Tarif Tenaga Listrik PT PLN Batam di Hotel Mercure Batam, Jumat (25/9/2026).

Menurut Fary, kebutuhan tersebut semakin mendesak seiring pertumbuhan industri data center di Batam. Berdasarkan pemetaan BP Batam, kapasitas eksisting, komitmen, dan pipeline industri data center telah mencapai 1,47 gigawatt (GW) IT.

Karena itu, BP Batam mendorong paradigma Utility First, Investment Follows. Melalui pendekatan tersebut, kesiapan utilitas harus berjalan lebih dahulu sebelum investasi baru masuk.

Dalam penerapannya, BP Batam menetapkan lima prioritas, yakni tarif listrik yang kompetitif, jaminan pasokan energi, percepatan pembangunan infrastruktur, ketahanan air, serta integrasi investasi dengan kesiapan utilitas.

Baca Juga :  Kinerja Investasi dan Logistik Menguat, Plh. Kepala BP Batam: Batam Penggerak Ekonomi Kawasan

“Setiap megawatt investasi baru harus datang bersama solusinya. Jangan sampai investasi datang lebih cepat daripada kesiapan listrik. Infrastruktur harus mendahului pertumbuhan, bukan tertinggal di belakangnya,” kata Fary.

Langkah itu menjadi penting karena pertumbuhan data center akan meningkatkan kebutuhan energi Batam secara signifikan. Fary bahkan memperkirakan sektor tersebut menjadi salah satu tantangan utama sistem kelistrikan Batam dalam beberapa tahun mendatang.

Lebih jauh, Fary menyebut 2029 sebagai titik penting. Pada tahun tersebut, kebutuhan listrik untuk data center diperkirakan mulai melampaui separuh beban puncak listrik Batam.

Pada saat yang sama, PLN Batam memproyeksikan beban puncak listrik meningkat hampir tiga kali lipat. Beban tersebut diperkirakan naik dari 841 megawatt (MW) pada 2026 menjadi 2.540 MW pada 2035.

Untuk menjawab kebutuhan itu, PLN Batam merencanakan peningkatan daya mampu pasok hingga 3.691 MW. Dengan demikian, pertumbuhan kapasitas pembangkit dan pasokan energi harus berjalan seiring dengan ekspansi industri.

Baca Juga :  Diduga Jual Titik MBG Rp400 Juta, Polisi Usut Dugaan Penipuan SPPG di Batam

Sejalan dengan proyeksi tersebut, Fary menilai Batam perlu mengubah pendekatan dalam mengembangkan investasi. Pemerintah dan pengelola kawasan tidak cukup hanya menyiapkan lahan dan menawarkan insentif, tetapi juga harus memastikan seluruh utilitas mampu menopang investasi yang masuk.

Di sisi lain, kebijakan energi juga harus tetap menjaga kebutuhan masyarakat. Fary mengatakan Batam harus memastikan listrik tetap andal dan terjangkau, menjaga keandalan layanan air, sekaligus memberikan kepastian operasional bagi investor.

Dengan pendekatan tersebut, Fary berharap pertumbuhan investasi tidak hanya meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat posisi Batam sebagai pusat ekonomi digital regional secara berkelanjutan.

“Batam tidak cukup hanya menawarkan lahan dan insentif. Keunggulan baru kita adalah kepastian, kecepatan, dan kepercayaan. Energi Batam harus siap agar investasi tumbuh dan Batam menjadi pusat ekonomi digital regional,” ujar Fary.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Amsakar Dorong Guru Al-Qur’an Adaptif dan Kreatif Hadapi Perkembangan Zaman
BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan, 423 Sudah Terbit
Batam Jaga Waduk, Data Center Didorong Bangun Sumber Air Mandiri
Batam-Surabaya Perkuat Kerja Sama Riset dan Inovasi
TMA Waduk Nongsa Turun, BP Batam Atur Suplai Air
Bank Danus Undi 250 Hadiah, Empat Mobil Listrik Jadi Rebutan Nasabah
Komisaris Pertamina Patra Niaga Tinjau Agen LPG di Batam, Pastikan Penyaluran 3 Kg Siap Dukung KDKMP
Amsakar Luncurkan Tim Cakalang, Pangkas Birokrasi Administrasi Kapal Nelayan

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 14:33

Kebutuhan Listrik Data Center Melonjak, BP Batam Dorong Utility First

Sabtu, 26 September 2026 - 00:56

BP Batam Catat 1.182 Permohonan Perizinan, 423 Sudah Terbit

Jumat, 25 September 2026 - 21:11

Batam Jaga Waduk, Data Center Didorong Bangun Sumber Air Mandiri

Jumat, 25 September 2026 - 21:04

Batam-Surabaya Perkuat Kerja Sama Riset dan Inovasi

Rabu, 23 September 2026 - 13:46

TMA Waduk Nongsa Turun, BP Batam Atur Suplai Air

Berita Terbaru