Dragon Boat Race 2026, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kepri Resmi Dibuka

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Wamendikdasmen RI Atip Latipulhayat memotong pita, membuka perhelatan kebudayaan yang diyakini mampu mendongkrak pariwisata di Provinsi Kepri. Foto: Diskominfo Kepri

Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Wamendikdasmen RI Atip Latipulhayat memotong pita, membuka perhelatan kebudayaan yang diyakini mampu mendongkrak pariwisata di Provinsi Kepri. Foto: Diskominfo Kepri

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Atip Latipulhayat resmi membuka Dragon Boat Race 2026 di kawasan Pelantar 3, Tanjungpinang, Jumat (26/6/2026). Festival budaya dan olahraga yang menjadi agenda tahunan ini berlangsung selama tiga hari, hingga 28 Juni 2026.

Ansar dan Atip membuka perlombaan dengan memotong pita di hadapan ribuan warga yang memadati kawasan pesisir Pelantar 3. Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza turut menghadiri pembukaan. Sejak pagi, masyarakat memadati lokasi untuk menyaksikan adu cepat perahu naga.

Ansar menegaskan Dragon Boat Race telah menjadi identitas budaya masyarakat Tanjungpinang. Menurutnya, pemerintah akan terus memperkuat penyelenggaraan event budaya karena mampu menjaga tradisi sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.

Baca Juga :  Pemprov Kepri Resmikan 7 Gedung Baru RSJKO Engku Haji Daud

Pemprov Kepri juga menjadikan Dragon Boat Race sebagai bagian dari strategi mengembangkan sport tourism dan pariwisata berbasis budaya. Ribuan pengunjung yang datang selama perlombaan diperkirakan mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM, usaha kuliner, hotel, transportasi, hingga sektor jasa wisata.

“Kami ingin setiap event di Kepri memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Semakin banyak wisatawan datang, semakin besar perputaran ekonomi yang dirasakan pelaku usaha lokal,” kata Ansar.

Puluhan tim perahu naga kembali bersaing menaklukkan lintasan di perairan Pelantar 3. Tabuhan genderang, kayuhan atlet, dan sorak penonton menciptakan suasana meriah yang selalu menjadi daya tarik Dragon Boat Race setiap tahun.

Baca Juga :  Menpar Minta Industri Perhotelan Kelola Sampah Secara Mandiri

Dragon Boat Race merupakan tradisi masyarakat Tionghoa yang telah mengakar di Tanjungpinang dan menjadi bagian dari budaya maritim daerah. Tradisi ini juga berkaitan dengan Sembahyang Keselamatan Laut sebagai wujud syukur dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

Melalui Dragon Boat Race 2026, Pemprov Kepri menargetkan Tanjungpinang semakin dikenal sebagai destinasi wisata budaya unggulan. Pemerintah juga mendorong ajang ini berkembang menjadi agenda internasional yang memperkenalkan kekayaan budaya Melayu, Tionghoa, dan maritim Kepulauan Riau kepada dunia.

Editor: Difky

Berita Terkait

Radisson Batam Raih Penghargaan Trip.Best Premium Hotel 2026
Wisman Capai 6,07 Juta, Pariwisata Indonesia Terus Tumbuh hingga Mei 2026
Ansar Tegaskan Pulau Penyengat Jadi Tonggak Lahirnya Bahasa Indonesia
Delegasi Sosek Malindo Johor Nilai Pulau Penyengat Punya Potensi Besar Destinasi Budaya Melayu
Kemenpar Bidik Wisatawan Korea Selatan, Raup Potensi Devisa Rp9,4 Miliar
Penyengat Heritage 2026 Perkuat Wisata Budaya dan Pelestarian Lingkungan
Ansar Dorong Permainan Rakyat Kepri Jadi Daya Tarik Wisata Budaya
Menpar Minta Destinasi Wisata Utamakan Keselamatan Selama Libur Sekolah 2026
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:25 WIB

Radisson Batam Raih Penghargaan Trip.Best Premium Hotel 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:11 WIB

Wisman Capai 6,07 Juta, Pariwisata Indonesia Terus Tumbuh hingga Mei 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 00:56 WIB

Ansar Tegaskan Pulau Penyengat Jadi Tonggak Lahirnya Bahasa Indonesia

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

Dragon Boat Race 2026, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kepri Resmi Dibuka

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:01 WIB

Delegasi Sosek Malindo Johor Nilai Pulau Penyengat Punya Potensi Besar Destinasi Budaya Melayu

Berita Terbaru