Wisman Capai 6,07 Juta, Pariwisata Indonesia Terus Tumbuh hingga Mei 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

kunjungan wisatawan di salah ojek wisata di Indonesia. Foto: Kementerian Pariwisata RI

kunjungan wisatawan di salah ojek wisata di Indonesia. Foto: Kementerian Pariwisata RI

Pariwisata Indonesia terus tumbuh hingga Mei 2026. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), perjalanan wisatawan nusantara (wisnus), dan tingkat okupansi hotel sama-sama meningkat. Indonesia juga mencatat surplus kunjungan wisatawan yang berdampak positif terhadap perekonomian nasional.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, kinerja tersebut menunjukkan pariwisata Indonesia tetap tangguh di tengah ketidakpastian geopolitik global.

“Pariwisata tetap menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Widiyanti saat menyampaikan Laporan Bulanan Kinerja Kementerian Pariwisata di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Kementerian Pariwisata mencatat kunjungan wisman pada Mei 2026 mencapai 1,38 juta atau naik 5,83 persen dibandingkan Mei 2025. Sepanjang Januari-Mei 2026, jumlah wisman menembus 6,07 juta kunjungan atau tumbuh 7,68 persen.

Baca Juga :  Pariwisata Indonesia Raih Puluhan Penghargaan Internasional Awal 2026

Pertumbuhan tertinggi datang dari pasar Asia Tenggara yang melonjak 11,06 persen. Kunjungan dari Timur Tengah, Asia, Oseania, Afrika, dan Amerika juga meningkat, sedangkan pasar Eropa masih melemah akibat ketidakpastian geopolitik.

Di dalam negeri, masyarakat semakin banyak berwisata. Perjalanan wisnus pada Mei 2026 mencapai 106,16 juta atau naik 8,69 persen. Selama Januari-Mei 2026, jumlahnya mencapai 523,22 juta perjalanan atau meningkat 2,86 persen.

Sebaliknya, perjalanan wisatawan Indonesia ke luar negeri turun 6,05 persen menjadi 550.382 perjalanan pada Mei 2026. Sepanjang lima bulan pertama 2026, jumlahnya mencapai 3,69 juta perjalanan atau turun 3,88 persen.

Baca Juga :  Pariwisata Hijau sebagai Fondasi Masa Depan UMKM Indonesia

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai penurunan perjalanan ke luar negeri menunjukkan masyarakat semakin memilih destinasi wisata dalam negeri. Kondisi itu membuat Indonesia mencatat surplus 830 ribu kunjungan wisatawan pada Mei 2026 dan 2,37 juta kunjungan sepanjang Januari-Mei 2026.

Sektor akomodasi juga ikut membaik. Tingkat okupansi hotel berbintang pada Mei 2026 mencapai 50,76 persen atau naik 2,48 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan ini menunjukkan aktivitas pariwisata terus pulih dan mendorong pendapatan pelaku usaha serta penyerapan tenaga kerja.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Radisson Batam Raih Penghargaan Trip.Best Premium Hotel 2026
Ansar Tegaskan Pulau Penyengat Jadi Tonggak Lahirnya Bahasa Indonesia
Dragon Boat Race 2026, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kepri Resmi Dibuka
Delegasi Sosek Malindo Johor Nilai Pulau Penyengat Punya Potensi Besar Destinasi Budaya Melayu
Kemenpar Bidik Wisatawan Korea Selatan, Raup Potensi Devisa Rp9,4 Miliar
Penyengat Heritage 2026 Perkuat Wisata Budaya dan Pelestarian Lingkungan
Ansar Dorong Permainan Rakyat Kepri Jadi Daya Tarik Wisata Budaya
Menpar Minta Destinasi Wisata Utamakan Keselamatan Selama Libur Sekolah 2026
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:25 WIB

Radisson Batam Raih Penghargaan Trip.Best Premium Hotel 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:11 WIB

Wisman Capai 6,07 Juta, Pariwisata Indonesia Terus Tumbuh hingga Mei 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 00:56 WIB

Ansar Tegaskan Pulau Penyengat Jadi Tonggak Lahirnya Bahasa Indonesia

Minggu, 28 Juni 2026 - 23:46 WIB

Dragon Boat Race 2026, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kepri Resmi Dibuka

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:01 WIB

Delegasi Sosek Malindo Johor Nilai Pulau Penyengat Punya Potensi Besar Destinasi Budaya Melayu

Berita Terbaru