Indonesia meraih penghargaan “Experiential & Cultural Tourism Award” dalam ajang Outbound Travel Mart Mumbai 2026 yang berlangsung pada 5–7 Februari 2026 di Mumbai, India.
Penghargaan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata berbasis pengalaman budaya dan partisipasi langsung wisatawan.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, mengatakan penghargaan tersebut sekaligus membuka potensi transaksi signifikan dari pasar India.
Ia menilai Indonesia unggul dalam menghadirkan pengalaman wisata yang membuat turis tidak sekadar berkunjung, tetapi terlibat langsung dalam tradisi, kuliner, kerajinan, interaksi komunitas, wellness, hingga wisata spiritual.
“Penghargaan ini mengakui kekuatan Indonesia sebagai destinasi experiential dan cultural yang autentik serta partisipatif,” ujarnya.
Made menegaskan, tren global kini mengarah ke perjalanan yang lebih personal dan imersif. Indonesia berhasil memosisikan diri sebagai destinasi living culture dengan pengalaman mendalam dan interaksi lokal.
Kemenpar juga memfasilitasi 30 co-exhibitor Indonesia di pameran tersebut. Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I, Dedi Ahmad Kurnia, menyebut peserta terdiri dari 20 DMC, lima biro perjalanan, dua hotel, dua restoran, dan satu atraksi wisata.
Partisipasi itu menghasilkan potensi transaksi 6,98 juta dolar AS atau sekitar Rp117,4 miliar, dengan estimasi 22.781 wisatawan.
Di sela pameran, Kemenpar menggelar pertemuan bisnis dengan sejumlah mitra industri perjalanan India, seperti MakeMyTrip, Thomas Cook, TBO, SOTC Travel Limited, serta asosiasi agen perjalanan India.
“Kami melihat minat pasar India terhadap produk wisata Indonesia sangat kuat. Potensi transaksi ini kami dorong menjadi realisasi kunjungan dalam waktu dekat,” kata Dedi.
Pasar India masuk daftar prioritas. Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan India ke Indonesia mencapai 734.490 orang, naik 3,4 persen dibanding 2024 yang tercatat 710.207 kunjungan.
Kemenpar akan memperluas penetrasi pasar India lewat pameran, sales mission, famtrip, dan kemitraan strategis industri untuk mendongkrak kunjungan.
Editor: Rega






