Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menugaskan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu pemulihan pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, yang terdampak parah banjir dan longsor.
Tito menegaskan, penugasan tersebut merupakan misi kemanusiaan untuk mendukung pemerintah daerah dan masyarakat pascabencana. Para praja diminta mempraktikkan ilmu pemerintahan yang diperoleh di kampus bersama ASN Kemendagri dan para pengasuh.
“Bantu menghidupkan kembali pemerintahan kabupaten, kecamatan, hingga desa,” ujar Tito saat melepas praja IPDN di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (3/1/2026).
Ia mengungkapkan, seluruh kecamatan di Aceh Tamiang terdampak, dengan lebih dari 200 desa mengalami kerusakan. Hingga kini, banyak kantor pemerintahan masih dipenuhi lumpur, sistem administrasi terganggu, serta layanan kependudukan dan teknologi informasi belum berjalan optimal.
Menurut Tito, penugasan ini merupakan kehormatan karena praja yang diberangkatkan dipilih dari ribuan peserta lainnya. Pengalaman terjun langsung menangani pemerintahan pascabencana dinilai sebagai kesempatan langka.
Penugasan tersebut juga menjadi bagian dari kuliah kerja nyata (KKN) dan masuk dalam kurikulum penilaian praja IPDN. Tito menambahkan, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi langkah Kemendagri dan mendorong sekolah kedinasan lain untuk turut membantu daerah bencana sesuai bidang keilmuannya.
“Misalnya, sekolah kedinasan perhubungan bisa menilai dampak bencana terhadap bandara atau pelabuhan,” kata Tito. Sumber InfoPublik
Editor: Yuli






