Kementerian Pariwisata mencatat kinerja sektor pariwisata 2025 melampaui target dan langsung mendorong pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja nasional.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan arah kebijakan pariwisata berada di jalur tepat. Ia memaparkan capaian itu bersama Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa dalam Laporan Bulanan Kementerian Pariwisata di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Sektor pariwisata melampaui seluruh target utama 2025 dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global. Saat ekonomi nasional tumbuh 5,11 persen dengan PDB Rp23.821 triliun, pariwisata menyumbang 3,97 persen.
Jika menghitung efek berganda ke sektor terkait, kontribusi pariwisata menembus 4,80 persen atau setara Rp946–Rp1.143 triliun.
Aktivitas wisata menggerakkan empat lapangan usaha utama, dengan sektor akomodasi serta makan-minum sebagai penopang terbesar. Sektor ini tumbuh 7,41 persen dan menyumbang 0,24 persen terhadap pertumbuhan ekonomi.
Sektor pendukung lain juga melesat: jasa lainnya tumbuh 9,93 persen, jasa perusahaan 9,10 persen, serta transportasi dan pergudangan 8,78 persen. Pemerintah menilai tren ini memperkuat peran pariwisata sebagai motor ekonomi.
Pariwisata membuka lapangan kerja luas di sektor hotel, UMKM, event, kebersihan, keamanan, pemasaran, hingga layanan digital. Data Sakernas BPS dan Kementerian Ketenagakerjaan mencatat sektor ini menyerap 25,91 juta pekerja pada 2025.
Jumlah itu naik 3,64 persen dibanding 2024 yang mencapai 25,01 juta pekerja. Pertumbuhan ini menunjukkan ekspansi industri wisata langsung menciptakan kerja baru.
Pemerintah memperkuat destinasi dan ekonomi daerah melalui program Karisma Event Nusantara. Sepanjang 2025, penyelenggara menggelar 99 event. Tahun 2026, jumlahnya naik menjadi 125 event di 38 provinsi.
Program event mendorong kunjungan, memutar ekonomi lokal, membuka kerja sementara dan berkelanjutan, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan destinasi.
Sepanjang Januari–Desember 2025, Indonesia menerima 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara dengan rata-rata belanja 1.267 dolar AS per kedatangan. Angka ini melampaui target pemerintah.
Perjalanan wisatawan nusantara mencapai 1,2 miliar perjalanan, melampaui target 1,08 miliar dan menjadi rekor tertinggi sepanjang pencatatan.
Sebaliknya, perjalanan wisatawan nasional ke luar negeri tercatat 9,17 juta. Selisih kunjungan menghasilkan surplus 6,22 juta kunjungan, naik 25,93 persen dari tahun sebelumnya dan memperkuat devisa pariwisata.
Pemerintah menargetkan 16–17,6 juta kunjungan wisman dan 1,18 miliar perjalanan wisnus pada 2026. Kementerian akan mengejar target lewat peningkatan kualitas destinasi, penguatan konektivitas, pengembangan event, dan promosi berbasis pasar.
Pemerintah juga mendorong kolaborasi aktif antara pusat, daerah, pelaku usaha, dan komunitas agar pertumbuhan pariwisata terus berkelanjutan dan berdampak langsung ke masyarakat.
Editor: Yuli






