Pemprov Kepri mendorong Bank Indonesia dan pelaku usaha memperkuat UMKM sekaligus mengembangkan budaya Melayu sebagai kekuatan ekonomi daerah melalui Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri Misni mengatakan GMP 2026 mempertemukan pemerintah, Bank Indonesia, dunia usaha, UMKM, komunitas, dan masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi berbasis budaya.
Misni menyampaikan hal itu saat membuka GMP 2026 di K Square, Kamis (17/9/2026).
“Pelestarian budaya harus ditempatkan bukan hanya sebagai upaya menjaga identitas, tetapi juga sebagai proses menciptakan nilai tambah ekonomi berbasis kekayaan intelektual dan kreativitas masyarakat,” kata Misni.
Misni meminta pelaku UMKM meningkatkan produktivitas, kualitas, inovasi, dan kemampuan manajemen. Ia juga mendorong UMKM memperluas akses pembiayaan dan pasar.
Menurutnya, Kepri memiliki modal kuat untuk mengembangkan ekonomi kreatif melalui wastra, tenun, tudung manto, kuliner, kerajinan, seni, dan berbagai produk kreatif Melayu.
“Kekayaan budaya ini tidak hanya menjaga identitas daerah, tetapi juga dapat menciptakan nilai tambah ekonomi,” ujarnya.
Misni menilai pelaku UMKM harus memanfaatkan digitalisasi untuk mengikuti perubahan perilaku konsumen dan memperluas pasar.
Bank Indonesia menjalankan sejumlah program untuk memperkuat kapasitas UMKM melalui rangkaian Road to GMP. Program itu mencakup kurasi UMKM, onboarding digital, Export Coaching Program, business matching ekspor dan pembiayaan, showcasing UMKM, serta pelatihan tenun.
“Artinya, kegiatan ini tidak berhenti pada promosi produk, tetapi menyentuh aspek peningkatan kapasitas dan perluasan jejaring usaha,” kata Misni.
Ia juga meminta pelaku usaha memperluas transaksi menggunakan QRIS. Menurutnya, pembayaran digital dapat mempercepat transaksi sekaligus membuka akses konsumen yang lebih luas.
“Mari memanfaatkan kanal pembayaran digital, termasuk QRIS Antarnegara atau cross-border, sebagai bagian dari kesiapan masyarakat Kepri memasuki ekosistem ekonomi regional dan global,” ajaknya.
Misni menyebut posisi Kepri di Selat Malaka memberi peluang besar bagi investasi, perdagangan, industri, dan pariwisata internasional. Namun, pemerintah tetap harus memperkuat konektivitas antarwilayah dan kemampuan pelaku usaha menghadapi persaingan global.
Pemprov Kepri bersama Bank Indonesia, dunia usaha, lembaga pembiayaan, komunitas, dan UMKM akan memperkuat kolaborasi tersebut.
GMP 2026 mengusung tema “Penguatan Warisan Melayu untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Rony Widijarto Purubaskoro serta unsur Forkopimda dan pemangku kepentingan lainnya.
Editor: Bibah







