Riama Manurung menarik pencalonannya sebagai kandidat Ketua Umum MD KAHMI Kota Batam menjelang Musyawarah Daerah (Musda) VII. Ia mengalihkan seluruh rekomendasi yang diterimanya kepada Amsakar Achmad.
Riama mengambil keputusan tersebut setelah menilai Amsakar memiliki kapasitas kepemimpinan yang dibutuhkan untuk memimpin KAHMI Batam.
Ia mengaku telah mengenal Amsakar sejak 1997. Menurut Riama, pengalaman dan karakter kepemimpinan Amsakar menjadi pertimbangan utama dalam keputusan tersebut.
Riama menilai KAHMI Batam memiliki anggota dengan latar belakang daerah dan profesi yang beragam. Kondisi itu membutuhkan pemimpin yang mampu mengelola perbedaan dan membangun soliditas organisasi.
“KAHMI Batam merupakan tempat berkumpulnya alumni HMI dari seluruh Indonesia. Sebagai rumah besar kaum intelektual, yang layak memimpin bukan sekadar berstatus alumni HMI, tetapi harus jelas rekam jejaknya, kemampuan manajerialnya, kemampuan merangkul semua alumni yang heterogen dan mengorkestrasi agar irama yang berbeda menjadi suatu harmoni yang indah dan berdaya guna untuk kemaslahatan seluruh anggota dan masyarakat secara umum di Kota Batam,” ujar Riama.
Ia menyebut Amsakar sebagai sosok yang dinilainya memenuhi kriteria tersebut.
“Dan saat ini, Amsakar Achmad adalah satu-satunya alumni HMI terbaik di Kota Batam yang memenuhi seluruh kriteria tersebut,” tegasnya.
Dalam pencalonan Ketua Umum MD KAHMI Batam, setiap kandidat harus mengantongi sedikitnya 20 rekomendasi tertulis dari peserta Musda yang telah terdaftar.
Setelah menarik pencalonannya, Riama mengalihkan seluruh rekomendasi yang sebelumnya diberikan kepadanya kepada Amsakar. Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Amsakar untuk periode lima tahun mendatang.
Riama sekaligus mengajak kandidat lain yang telah menyatakan diri maju untuk mengutamakan kepentingan organisasi. Ia berharap seluruh kandidat mengambil langkah yang dapat memperkuat konsolidasi keluarga besar KAHMI Batam.
Menurutnya, perbedaan pilihan dalam kontestasi merupakan hal yang wajar. Namun, proses tersebut harus tetap mengedepankan musyawarah dan mufakat agar KAHMI Batam memiliki kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen organisasi.
Riama juga mengajak seluruh alumni HMI di Batam menghadiri rangkaian Musda VII MD KAHMI Kota Batam yang digelar Sabtu (19/9/2026).
Ia mengingatkan agenda tersebut juga akan diisi dialog nasional sebelum Musda berlangsung.
“Mari hadiri dan sukseskan Musda ke VII MD KAHMI Kota Batam untuk memperkuat peran organisasi dalam rangka mewujudkan Kota Batam sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi dan investasi di Indonesia,” tutup Riama.
Editor: Bibah







