Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Berpihak ke Blok Kekuatan

Jumat, 18 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 Presiden Prabowo Subianto dalam program “Presiden Prabowo Menjawab”, yang ditayangkan kanal Youtube TVRI, pada Rabu (16/9/2026). (Bakom RI/BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto dalam program “Presiden Prabowo Menjawab”, yang ditayangkan kanal Youtube TVRI, pada Rabu (16/9/2026). (Bakom RI/BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak berpihak pada blok kekuatan mana pun. Pemerintah tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan membuka hubungan dan kerja sama dengan berbagai negara.

Prabowo menyampaikan sikap tersebut dalam program “Presiden Prabowo Menjawab”, Rabu (16/9/2026).

Prabowo menyebut Indonesia sejak lama memegang prinsip non-aligned atau tidak berpihak pada blok tertentu. Prinsip itu membuat Indonesia leluasa menentukan sikap dalam hubungan internasional.

“Kita dari dulu non-aligned, kita tidak mau ikut blok-blok manapun. Jadi, dari suatu pihak, bisa dikatakan kita ingin bersahabat dengan siapa saja,” kata Prabowo.

Ia menegaskan pemerintah tidak membatasi hubungan diplomatik hanya dengan negara atau kelompok tertentu.

Prabowo menjelaskan prinsip bebas aktif juga menentukan sikap pemerintah saat menerima undangan kunjungan kenegaraan.

Menurut dia, Indonesia tidak boleh mengabaikan undangan dari negara lain hanya karena khawatir kunjungan tersebut dianggap sebagai bentuk keberpihakan.

Prabowo menyebut Rusia sebagai salah satu negara yang cukup sering mengundang Presiden Indonesia. Karena itu, ia menilai Indonesia perlu menjaga komunikasi dengan negara tersebut.

Baca Juga :  Inovasi Wearable AI Bawa Tim Labmino UI Jadi Duta Global Samsung

“Rusia termasuk yang paling sering atau agak sering undang Presiden Indonesia, kan tidak baik kalau diundang kita tidak datang,” ujarnya.

Pada saat yang sama, Prabowo menegaskan pemerintah juga aktif membangun hubungan dengan negara-negara lain.

Ia menyebut Prancis, Inggris, Turki, Mesir, Uni Emirat Arab, Qatar, China, dan Jepang sebagai sejumlah negara yang dikunjungi Indonesia.

“Saya sangat sering ke Perancis, saya sangat sering ke Inggris, saya sangat sering ke Turki, sangat sering ke negara-negara Arab, ke Mesir, ke Emirates, ke Qatar, juga ke Tiongkok, ke Jepang,” katanya.

Prabowo menilai intensitas komunikasi tersebut menunjukkan Indonesia menjalankan hubungan luar negeri secara terbuka, bukan mengikuti satu kekuatan tertentu.

Prabowo juga menjelaskan alasan Indonesia menjaga hubungan dengan Rusia. Negara tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga :  OJK Panggil TAFS Terkait Dugaan Penagihan Kredit dengan Kekerasan

“Bagaimanapun, Rusia itu anggota Dewan Keamanan. Rusia dari segi wilayah, itu negara yang terbesar di dunia. Dan dia punya sumber alam yang sangat besar,” tutur Prabowo.

Selain faktor tersebut, Prabowo menyebut Indonesia memiliki hubungan baik dengan Rusia secara historis.

“Secara tradisi hubungan kita baik sama Rusia. Jadi, saya kira itu biasa saja,” katanya.

Prabowo menegaskan pemerintah menerapkan prinsip yang sama terhadap Amerika Serikat maupun negara lainnya.

Jika mendapat undangan, Indonesia akan datang dan tetap menentukan sikap berdasarkan kepentingan nasional.

“Tapi kalau saya diundang, kalau ke Amerika saya diundang, saya datang. Kan begitu kan? Jadi, intinya itu,” kata Kepala Negara.

Prabowo menegaskan politik luar negeri bebas aktif memberi Indonesia ruang untuk menentukan sikap secara mandiri, tanpa menutup pintu hubungan dengan negara mana pun. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

 

Berita Terkait

Indonesia-India Perkuat Kerja Sama Telekomunikasi, Bidik Teknologi 6G
Suahasil Nazara Tegaskan APBN Harus Sehat dan Kredibel
Platform Digital Langgar PP TUNAS, Denda Bisa 6 Persen Pendapatan Global
Amsakar Dorong Pelaku Usaha Perikanan Maksimalkan Bantuan Pemko Batam
Prabowo Ikuti KTT BRICS Hari Kedua, Bahas Ketahanan dan Pertumbuhan Global
Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi
Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan
Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 00:31

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Berpihak ke Blok Kekuatan

Rabu, 16 September 2026 - 14:49

Indonesia-India Perkuat Kerja Sama Telekomunikasi, Bidik Teknologi 6G

Senin, 14 September 2026 - 22:56

Suahasil Nazara Tegaskan APBN Harus Sehat dan Kredibel

Senin, 14 September 2026 - 22:45

Platform Digital Langgar PP TUNAS, Denda Bisa 6 Persen Pendapatan Global

Senin, 14 September 2026 - 21:34

Amsakar Dorong Pelaku Usaha Perikanan Maksimalkan Bantuan Pemko Batam

Berita Terbaru

Sekdaprov Kepri Misni, membuka Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Angkatan V Tahun 2026 diikuti 3.481 PPPK di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (16/9/2026). (Angga/BIRO ADPIM KEPRI)

Daerah

3.481 PPPK Pemprov Kepri Ikuti Orientasi

Jumat, 18 Sep 2026 - 00:41

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura berpidato dalam rapat paripurna digelar di DPRD Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (16/9/2026). (Harun/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Ekonomi Kepri Tumbuh 6,99 Persen

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:19