Perkuat Ketahanan Siber, OJK Kepri Dorong Sinergi Cegah Fraud

Senin, 27 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Seminar Perbankan bertajuk Cyber Defense and Fraud Prevention Forum di Batam, Senin(27/4/2026). Foto: Istimewa

Seminar Perbankan bertajuk Cyber Defense and Fraud Prevention Forum di Batam, Senin(27/4/2026). Foto: Istimewa

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau mendorong penguatan ketahanan sektor jasa keuangan melalui sinergi lintas pemangku kepentingan. Langkah ini diambil untuk menghadapi meningkatnya risiko kejahatan siber dan fraud di tengah pesatnya transformasi digital.

Asisten Direktur Pelindungan Konsumen OJK, Muhammad Lutfi, mewakili Kepala OJK Kepri, menegaskan hal itu saat membuka Seminar Perbankan bertajuk Cyber Defense and Fraud Prevention Forum di Batam, Senin.

Lutfi menekankan, peningkatan keamanan siber harus sejalan dengan penguatan literasi keuangan masyarakat guna menekan dampak kejahatan digital.

Data Indonesia Anti Scam Center (IASC) mencatat 7.782 laporan penipuan di Kepulauan Riau sejak November 2024 hingga Maret 2026. Sementara data SIPASTI mencatat 391 laporan pinjaman online ilegal, 114 investasi ilegal, dan 6 gadai ilegal sepanjang Januari 2025–Maret 2026.

Baca Juga :  Pegadaian Batam Bantu 100 Anak Lewat Khitan Massal Gratis

“Risiko kejahatan keuangan digital masih tinggi dan perlu kewaspadaan bersama,” tegas Lutfi.

Direktur Eksekutif PERBANAS, Eka Sri Dana Afriza, menyatakan industri perbankan harus lebih proaktif mengelola risiko. Ia menyoroti pentingnya penguatan fungsi investigasi, pemanfaatan analisis data, serta peningkatan kapasitas SDM.

Eka juga menegaskan, sinergi regulator dan industri menjadi kunci membangun sistem keamanan yang kuat. Implementasi kebijakan Bank Indonesia dan OJK secara konsisten akan memperkuat stabilitas sektor keuangan.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Ardhienus, menambahkan risiko siber dapat terjadi kapan saja. Karena itu, industri harus memperkuat manajemen risiko secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Amsakar: Hari Jadi Kepri Harus Jadi Energi Baru Pembangunan

Seminar ini menghadirkan narasumber dari industri, akademisi, dan regulator. Wani Sabu memaparkan modus dan strategi investigasi fraud perbankan. Arief Wibowo menekankan pentingnya keamanan siber sebagai fondasi sistem digital. Sementara Mita Rike Novilia menjelaskan peran IASC dalam mempercepat penanganan penipuan melalui kolaborasi lintas sektor.

Kegiatan ini diikuti 165 peserta dari perbankan, pergadaian, asuransi, asosiasi jasa keuangan, dan Kepolisian Daerah Kepri.

OJK menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi untuk menjaga industri jasa keuangan tetap tangguh, aman, dan berintegritas. OJK juga mengimbau masyarakat agar waspada, tidak membagikan data pribadi, serta hanya menggunakan layanan keuangan berizin.

Editor: Yuli

Berita Terkait

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola
Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati
442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026
120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan
Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan
Cetya Hui Tek Kiong Bagikan 1.000 Paket Sembako untuk Ojol dan Warga Batam
Amsakar Minta Minimal Lima Ruang Kelas Baru di SDN 013 Sekupang
BP Batam Gelar Modifikasi Cuaca, Bidik Hujan di Waduk hingga 2 November

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:18

Amsakar Luncurkan DUKSTAR, Layanan Dukcapil Jemput Bola

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:42

Amsakar Dorong Pemuda Batam Tanamkan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:19

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:11

120 Kader PKK Batam Siap Ikuti Jambore, Beragam Lomba Disiapkan

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:34

Amsakar Dorong Pengelolaan Sampah Batam Lebih Modern dan Berkelanjutan

Berita Terbaru