Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bergerak cepat membantu warga terdampak banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok dan sekitarnya.
Pertamina menyalurkan sembako, kebutuhan pengungsi, perlengkapan ibu dan anak, serta LPG untuk mendukung operasional dapur umum. Bantuan tersebut disalurkan pada Rabu (23/9/2026) di dua titik, yakni Posko Batang Barus dan lokasi pengungsian di Kompleks Rumah Dinas Wakil Bupati Solok.
Banjir bandang melanda Nagari Batang Arus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.30 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi memicu bencana tersebut.
Banjir juga memutus satu jembatan di jalur utama Arosuka. Sementara itu, pemerintah masih mendata kerusakan lahan pertanian akibat bencana.
Pertamina Patra Niaga menyalurkan bantuan bersama Bupati Solok dan jajaran pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat dan pemulihan awal.
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengapresiasi langkah Pertamina yang langsung membantu masyarakat terdampak.
“Kami dari pemerintah dan masyarakat Kabupaten Solok memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pertamina yang sudah hadir membantu masyarakat terdampak. Bantuan ini sangat membantu kebutuhan masyarakat dalam proses pemulihan bencana,” ujar Jon Firman Pandu saat penyerahan bantuan.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan perusahaan tidak hanya menjalankan fungsi distribusi energi, tetapi juga berkomitmen menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan.
“Melalui aksi tanggap bencana ini, Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat,” kata Fahrougi.
Ia menegaskan Pertamina berupaya hadir sebagai mitra sosial yang peduli terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Editor: Bibah







