PLN EPI Kantongi Kepastian Pipa Gas Natuna–Pemping, Konstruksi Dimulai Februari 2026

Rabu, 4 Februari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatangani Tie-in Agreement (TIA) proyek West Natuna Transportation System (WNTS) Pemping bersama operator WNTS dan SKK Migas. Foto: Istimewa

Penandatangani Tie-in Agreement (TIA) proyek West Natuna Transportation System (WNTS) Pemping bersama operator WNTS dan SKK Migas. Foto: Istimewa

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mengamankan kepastian penyambungan pipa gas Natuna setelah menandatangani Tie-in Agreement (TIA) proyek West Natuna Transportation System (WNTS) Pemping bersama operator WNTS dan SKK Migas.

Kesepakatan ini memungkinkan PLN EPI segera memulai pembangunan fisik pipa pada awal Februari 2026 sekaligus menjamin penyerapan gas domestik dari Natuna.

Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menegaskan bahwa TIA memberi akses langsung bagi PLN EPI untuk menghubungkan pipa WNTS Pemping ke ruas utama WNTS. PLN EPI telah menuntaskan seluruh persiapan proyek, mulai dari pengadaan long lead items, penunjukan kontraktor EPC, hingga perolehan izin lingkungan.

Baca Juga :  Wagub Kepri Dorong KPPI Perkuat Peran Perempuan dalam Pembangunan

PLN EPI menjalankan pembangunan pipa ini sebagai penugasan Menteri ESDM. Melalui proyek tersebut, PLN EPI menyalurkan gas Natuna ke pasar domestik dan memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Batam serta Sumatra bagian Tengah.

PLN EPI juga mengintegrasikan proyek WNTS–Pemping dengan pasokan gas dari Wilayah Kerja Duyung. Integrasi ini mengacu pada kontrak PJBG antara PLN EPI dan West Natuna Exploration Limited yang menjamin pasokan hingga 111 BBTUD selama 11 tahun.

Baca Juga :  Ansar Dorong Karimun Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Selat Malaka

Dalam TIA, para pihak menyepakati perubahan skema tanggung jawab dari unlimited liabilities menjadi limited liabilities dengan batas maksimal di bawah US$100 juta. PLN EPI dan WNTS JV Group berbagi beban premi asuransi untuk menjaga keberlanjutan proyek.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menilai proyek ini strategis karena mengembalikan gas Natuna untuk memenuhi kebutuhan nasional. SKK Migas mengawal skema liability dan asuransi agar sesuai ketentuan dan mempercepat pembangunan infrastruktur gas.

Editor: Difky

Berita Terkait

Ansar Ahmad Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN
3.000 Santri Meriahkan Hari Santri Kepri, Ansar Dorong Penguasaan Teknologi
Nelayan Anambas Hanyut ke Malaysia, Ansar Apresiasi Tim SAR Dua Negara
Dispar Kepri Minta Pelaku Wisata Jaga Kualitas Layanan
Nyanyang Dorong Petani Kepri Gunakan Teknologi untuk Tingkatkan Produksi Pangan
Nyanyang Salurkan Sembako untuk Kaum Dhuafa Lewat Jumat Berkah
Pertamina Tinjau Fuel Terminal Sei Siak, Perkuat Keandalan Distribusi BBM di Riau
Pemprov Kepri Buka Peluang Koperasi dan UMKM Masuk Rantai Pasok MBG

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:20

Ansar Ahmad Terima Penghargaan Kartika Pamong Praja Madya dari IPDN

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:57

3.000 Santri Meriahkan Hari Santri Kepri, Ansar Dorong Penguasaan Teknologi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:17

Nelayan Anambas Hanyut ke Malaysia, Ansar Apresiasi Tim SAR Dua Negara

Minggu, 18 Oktober 2026 - 01:15

Dispar Kepri Minta Pelaku Wisata Jaga Kualitas Layanan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:17

Nyanyang Dorong Petani Kepri Gunakan Teknologi untuk Tingkatkan Produksi Pangan

Berita Terbaru