Pemulihan Jaringan Telekomunikasi di Aceh Capai 80,63 Persen

Minggu, 21 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pada Jumat (20/12/2025) menegaskan pemulihan konektivitas diarahkan untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses komunikasi. Foto: Humas Kemkomdigi

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid pada Jumat (20/12/2025) menegaskan pemulihan konektivitas diarahkan untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses komunikasi. Foto: Humas Kemkomdigi

Pemulihan infrastruktur telekomunikasi di Provinsi Aceh terus menunjukkan perkembangan positif. Hingga Jumat (19/12/2025), sebanyak 80,63 persen menara Base Transceiver Station (BTS) telah kembali berfungsi, sehingga memungkinkan masyarakat terdampak untuk kembali terhubung dan berkomunikasi secara lebih lancar.

Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan Selasa (16/12/2025), ketika tingkat pemulihan baru mencapai 45,58 persen. Dari total 23 kabupaten/kota terdampak, sebanyak 20 kabupaten/kota telah mencatatkan pemulihan jaringan di atas 50 persen.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa pemulihan konektivitas diarahkan untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses komunikasi.

Baca Juga :  Kemkomdigi–BP Taskin Integrasikan Data Digital, Bansos dan Pemberdayaan Ekonomi

“Saya meminta operator untuk memfokuskan upaya pemulihan di kabupaten/kota yang tingkat pemulihannya masih di bawah 50 persen, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Bener Meriah, dan Kabupaten Gayo Lues. Konektivitas di wilayah-wilayah ini penting agar warga tidak merasa terisolasi,” ujar Menkomdigi di Jakarta, pada Sabtu (20/12/2025).

Menurut Meutya, kehadiran jaringan komunikasi di tengah situasi bencana berperan penting dalam mendukung keselamatan warga, koordinasi bantuan, layanan darurat, serta pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi secara bertahap.

Pemerintah juga mengapresiasi kerja keras para operator telekomunikasi, teknisi lapangan, dan seluruh pihak terkait yang tetap bekerja di tengah keterbatasan dan risiko demi memastikan masyarakat dapat kembali terhubung.

Baca Juga :  Reformasi dan Pendidikan Unggul Perkuat Fondasi Ekonomi Indonesia

Selain Aceh, pemulihan infrastruktur telekomunikasi di wilayah terdampak bencana lainnya juga menunjukkan capaian tinggi. Di Provinsi Sumatera Barat, pemulihan BTS telah mencapai 99,14 persen, sementara di Sumatera Utara mencapai 97,35 persen per Jumat (19/12/2025).

Pemerintah akan terus menyampaikan pembaruan secara berkala dan memastikan proses pemulihan konektivitas berjalan hingga menjangkau seluruh wilayah terdampak. Sumber infopublik

 

Editor: Diki

Berita Terkait

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Berpihak ke Blok Kekuatan
Indonesia-India Perkuat Kerja Sama Telekomunikasi, Bidik Teknologi 6G
Suahasil Nazara Tegaskan APBN Harus Sehat dan Kredibel
Platform Digital Langgar PP TUNAS, Denda Bisa 6 Persen Pendapatan Global
Amsakar Dorong Pelaku Usaha Perikanan Maksimalkan Bantuan Pemko Batam
Prabowo Ikuti KTT BRICS Hari Kedua, Bahas Ketahanan dan Pertumbuhan Global
Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi
Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 00:31

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Berpihak ke Blok Kekuatan

Rabu, 16 September 2026 - 14:49

Indonesia-India Perkuat Kerja Sama Telekomunikasi, Bidik Teknologi 6G

Senin, 14 September 2026 - 22:56

Suahasil Nazara Tegaskan APBN Harus Sehat dan Kredibel

Senin, 14 September 2026 - 22:45

Platform Digital Langgar PP TUNAS, Denda Bisa 6 Persen Pendapatan Global

Senin, 14 September 2026 - 21:34

Amsakar Dorong Pelaku Usaha Perikanan Maksimalkan Bantuan Pemko Batam

Berita Terbaru

Sekdaprov Kepri Misni, membuka Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Angkatan V Tahun 2026 diikuti 3.481 PPPK di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (16/9/2026). (Angga/BIRO ADPIM KEPRI)

Daerah

3.481 PPPK Pemprov Kepri Ikuti Orientasi

Jumat, 18 Sep 2026 - 00:41

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura berpidato dalam rapat paripurna digelar di DPRD Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (16/9/2026). (Harun/DISKOMINFO KEPRI)

Daerah

Ekonomi Kepri Tumbuh 6,99 Persen

Kamis, 17 Sep 2026 - 23:19