ETF dan Reksa Dana Perkuat Peran Investor Ritel di Pasar Modal

Rabu, 24 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Efek Indonesia (BEI).

Bursa Efek Indonesia (BEI).

Produk investasi kolektif seperti reksa dana dan Exchange-Traded Fund (ETF) semakin memperkuat peran investor ritel di pasar modal Indonesia seiring meningkatnya literasi dan kemudahan akses investasi.

Reksa dana menghimpun dana masyarakat dan mengelolanya melalui manajer investasi ke dalam portofolio saham, obligasi, pasar uang, atau kombinasi instrumen lainnya. ETF juga berbentuk reksa dana, tetapi investor memperdagangkan unit penyertaannya langsung di bursa seperti saham.

ETF menawarkan likuiditas intraday dan fleksibilitas transaksi. Investor dapat membeli dan menjual ETF sepanjang jam perdagangan bursa. Sebaliknya, investor bertransaksi reksa dana konvensional berdasarkan nilai aktiva bersih (NAB) yang ditetapkan pada akhir hari.

Baca Juga :  Presiden Instruksikan Pemulihan Cepat Tiga Provinsi Terdampak Bencana di Sumatra

Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong pengembangan ETF. Hingga Oktober 2025, BEI mencatat sekitar 45 produk ETF yang beredar. Produk tersebut memberi eksposur ke indeks, sektor, dan tema investasi tertentu.

Industri reksa dana juga mencatat pertumbuhan kuat. Pada September–Oktober 2025, nilai dana kelolaan reksa dana mencapai sekitar Rp621.581,72 triliun. Peningkatan minat investor ritel dan distribusi digital mendorong pertumbuhan tersebut.

Saat ini, pasar menawarkan sekitar 1.900 produk reksa dana dari berbagai jenis. Banyaknya pilihan menuntut investor memahami risiko, kinerja, dan biaya pengelolaan sebelum berinvestasi.

Baca Juga :  Meutya Tegaskan Peran Indonesia di Board of Peace untuk Perjuangkan Palestina

Jumlah investor pasar modal terus meningkat. Data OJK dan KSEI menunjukkan jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai sekitar 18–19 juta investor pada 2025. Kemudahan pembukaan rekening dan edukasi pasar modal mendorong lonjakan tersebut.

Investor pemula perlu memahami tujuan investasi, biaya transaksi, dan likuiditas produk sebelum memilih ETF atau reksa dana. Investor juga dapat memanfaatkan informasi resmi dari OJK, BEI, KSEI, dan manajer investasi sebagai dasar pengambilan keputusan.

Editor: Yuli

Berita Terkait

Prabowo Ikuti KTT BRICS Hari Kedua, Bahas Ketahanan dan Pertumbuhan Global
Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi
Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan
Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan
Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga
Kemkomdigi Wajibkan Operator Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 18:46

Prabowo Ikuti KTT BRICS Hari Kedua, Bahas Ketahanan dan Pertumbuhan Global

Jumat, 11 September 2026 - 21:10

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi

Kamis, 10 September 2026 - 21:36

Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan

Senin, 7 September 2026 - 17:17

Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan

Sabtu, 5 September 2026 - 21:04

Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik

Berita Terbaru

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, jalan santai bersama ribuan warga dalam acara Senam Sehat dan Jalan Santai Batu Ampar 2026 di Taman Pacific Hotel Batam, Kecamatan Batu Ampar, Minggu (13/9/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

Amsakar Ajak Warga Batu Ampar Jaga Kekompakan

Minggu, 13 Sep 2026 - 20:09