Pemulihan lingkungan pascabanjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus dipercepat. Prajurit Yonif 115/Macan Leuser turun langsung membersihkan lumpur dan material sisa banjir di Kantor Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Kuala Simpang, Minggu (18/1/2026).
Banjir yang melanda wilayah tersebut meninggalkan endapan lumpur tebal di halaman kantor, akses keluar-masuk gedung, serta saluran drainase. Kondisi itu berpotensi memicu genangan susulan dan mengganggu pelayanan publik jika tidak segera ditangani.
Merespons situasi tersebut, prajurit Yonif 115/Macan Leuser bergotong royong melakukan pembersihan dengan peralatan sederhana. Mereka mengangkat lumpur dan sampah, sekaligus menormalkan saluran air agar aliran kembali lancar dan lingkungan perkantoran aman digunakan.
Komandan Yonif 115/Macan Leuser Letkol Inf Adi Nofriadi Nata menegaskan, kegiatan ini merupakan komitmen TNI membantu pemerintah daerah mempercepat pemulihan pascabencana. “Kami memastikan fasilitas umum kembali berfungsi normal agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan prajurit dalam aksi sosial dan kemanusiaan menjadi bagian dari pembinaan teritorial sekaligus wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana. “Gotong royong menumbuhkan kepedulian dan kebersamaan,” katanya.
Warga setempat mengapresiasi kehadiran prajurit Yonif 115/Macan Leuser. Mereka menilai pembersihan lumpur tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga membangkitkan semangat dan mendorong partisipasi warga menjaga kebersihan lingkungan.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi lintas sektor terus diperkuat, terutama dalam menghadapi bencana hidrometeorologi pada musim hujan, agar dampak bencana dapat ditekan dan aktivitas masyarakat Aceh Tamiang segera kembali normal. Sumber InfoPublik
Editor: Rega






