Kejagung Setor Rp11,4 Triliun ke Kas Negara, Menkeu: Uang Negara Bertambah

Sabtu, 11 April 2026 - 12:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumen : Kejagung RI

Dokumen : Kejagung RI

Kejaksaan Agung Republik Indonesia menyerahkan hasil denda administratif dan penyelamatan keuangan negara serta penguasaan kembali kawasan hutan Tahap VI oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) senilai Rp11,4 triliun ke kas negara, Jumat (10/4/2026).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan dana tersebut menambah penerimaan negara. Pemerintah akan memasukkan sebagian besar dana itu ke dalam pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sementara sebagian kecil masuk ke penerimaan pajak.

“Ini pasti masuk PNBP, bukan pajak. Sebagian mungkin pajak, tapi kecil. Yang jelas, uang negara sekarang lebih banyak dibanding sebelumnya,” ujar Purbaya di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Ia menegaskan bahwa tambahan penerimaan tersebut memperkuat kondisi keuangan negara. “Kita makin kaya,” tegasnya.

Purbaya menjelaskan dana itu dapat membantu menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta mendukung berbagai program pembangunan.

Pemerintah juga berpotensi mengalokasikan sebagian dana untuk kebutuhan lembaga penegak hukum, sektor pendidikan, hingga Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

“Bisa untuk menambal defisit atau mendukung program pembangunan yang sebelumnya terpangkas. Termasuk untuk kejaksaan, sekolah, dan sebagian kecil mungkin untuk LPDP,” kata Purbaya.

Baca Juga :  GPIPS Perkuat Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan Nasional

Ia menambahkan, proses penindakan oleh Kejaksaan Agung masih terus berjalan sehingga potensi tambahan penerimaan negara masih terbuka ke depan.

Presiden Prabowo Subianto turut menyaksikan langsung penyerahan dana Rp11,4 triliun tersebut. Ia menyebut penyelamatan keuangan negara sebagai capaian penting dalam masa pemerintahannya.

“Sampai saat ini total uang tunai yang berhasil kita selamatkan mencapai Rp31,3 triliun,” ujar Presiden.

Menurutnya, nilai tersebut sangat besar dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai program strategis, seperti memperbaiki sekitar 34.000 sekolah dan membangun 500.000 rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada Satgas PKH yang bekerja di lapangan.

“Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengorbanan saudara-saudara. Mengawasi kawasan hutan di negara seluas Indonesia bukan pekerjaan mudah dan penuh risiko,” kata Prabowo.

Total dana yang diserahkan ke kas negara mencapai Rp11.420.104.815.858, dengan rincian:

  • Denda administratif sektor kehutanan oleh Satgas PKH: Rp7,23 triliun
  • PNBP dari penanganan tindak pidana korupsi Kejaksaan RI (Januari–Maret 2026): Rp1,96 triliun
  • Setoran pajak (Januari–April 2026): Rp967,7 miliar
  • Setoran pajak PT Agrinas Palma Nusantara: Rp108,5 miliar
  • Denda lingkungan hidup: Rp1,14 triliun
Baca Juga :  Prabowo: Sampah Ancaman Serius, 34 Proyek Energi Segera Dibangun

Selain menyelamatkan penerimaan negara, Satgas PKH juga berhasil menguasai kembali kawasan hutan dari sektor perkebunan dan pertambangan.

Sejak dibentuk pada Februari 2025, Satgas PKH telah menguasai kembali:

  • 5,88 juta hektare kawasan hutan dari sektor perkebunan sawit
  • 10.257 hektare kawasan hutan dari sektor pertambangan

Pada tahap VI, pemerintah menyerahkan kembali 254.780 hektare kawasan hutan konservasi kepada Kementerian Kehutanan, termasuk kawasan di Kalimantan Barat, Aceh, dan Jawa Barat.

Selain itu, sekitar 30.543 hektare lahan juga dialihkan melalui Kementerian Keuangan dan BPI Danantara kepada PT Agrinas Palma Nusantara (Persero).

Secara keseluruhan, sejak Februari 2025 hingga saat ini, Satgas PKH telah menyelamatkan keuangan dan aset negara dengan nilai mencapai sekitar Rp371,1 triliun, baik dari penerimaan negara maupun nilai aset kawasan hutan yang berhasil dikuasai kembali. Sumber Infopublik

Berita Terkait

Kemkomdigi Gandeng Startup AI Perkuat Penanganan Judi Online dan Kualitas Informasi Digital
Kemkomdigi Selidiki Ketidaksesuaian Rating Usia Game di Steam
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Borong 12 PROPER Hijau
OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Tiga Prajurit TNI Gugur di Misi UNIFIL
Menko PMK Pimpin Rakor Penanganan Darurat Gempa Sulut–Malut
Pupuk Indonesia Perkuat Ketahanan Pangan di Usia ke-14
Komdigi Siap Kolaborasi dengan BPJS Kesehatan Kembangkan AI untuk Layanan Publik
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 April 2026 - 12:46 WIB

Kemkomdigi Gandeng Startup AI Perkuat Penanganan Judi Online dan Kualitas Informasi Digital

Sabtu, 11 April 2026 - 12:17 WIB

Kejagung Setor Rp11,4 Triliun ke Kas Negara, Menkeu: Uang Negara Bertambah

Kamis, 9 April 2026 - 14:24 WIB

Kemkomdigi Selidiki Ketidaksesuaian Rating Usia Game di Steam

Rabu, 8 April 2026 - 19:40 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Borong 12 PROPER Hijau

Senin, 6 April 2026 - 20:41 WIB

OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Berita Terbaru

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dan Sekda Batam, Firmansyah, menerima kembali piala bergilir dari Kecamatan Sagulung saat malam pembukaan MTQH XXXIV di Dataran Engku Putri Batamcentre, Jumat (10/4/2026) malam. Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

Ribuan Warga Padati Pembukaan MTQH XXXIV Kota Batam

Sabtu, 11 Apr 2026 - 11:53 WIB