PP TUNAS Dorong Industri Film Bangkit, Komdigi Ajak Anak Muda Kurangi Infinite Scrolling

Minggu, 5 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid Meutya dalam audiensi bersama Badan Perfilman Indonesia menggarisbawahi bahwa PP TUNAS tidak hanya berfungsi untuk melindungi anak-anak, tetapi juga dapat mendukung berbagai macam industri, termasuk industri penyiaran. Foto: Humas Kemkomdigi

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid Meutya dalam audiensi bersama Badan Perfilman Indonesia menggarisbawahi bahwa PP TUNAS tidak hanya berfungsi untuk melindungi anak-anak, tetapi juga dapat mendukung berbagai macam industri, termasuk industri penyiaran. Foto: Humas Kemkomdigi

Pemerintah menjadikan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) sebagai langkah untuk melindungi anak di ruang digital sekaligus mendorong kebangkitan industri film nasional melalui konten ramah keluarga, literasi digital, dan pemberantasan pembajakan.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pelindungan anak di ruang digital harus berjalan seiring dengan upaya menghidupkan kembali budaya menonton film dan mengapresiasi karya budaya Indonesia.

“Child online safety harus berjalan beriringan dengan upaya menumbuhkan kembali budaya Indonesia, termasuk kebiasaan menonton film di bioskop,” ujar Meutya saat menerima audiensi Badan Perfilman Indonesia di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga :  Pemerintah Percepat Digitalisasi Bansos, Penyaluran Makin Tepat Sasaran

Meutya menjelaskan, salah satu perhatian dalam PP TUNAS adalah tingginya risiko kecanduan terhadap konten pendek di media digital. Kebiasaan infinite scrolling membuat banyak orang, terutama anak muda, semakin sulit menikmati tayangan berdurasi panjang seperti film.

Karena itu, pemerintah ingin menghidupkan kembali budaya menonton film berdurasi satu hingga dua jam agar anak-anak dan remaja terbiasa melatih fokus serta konsentrasi.

“Anak muda sekarang bahkan mulai kesulitan menonton tayangan lebih dari 30 menit. Budaya menonton film yang utuh perlu kita hidupkan kembali,” kata Meutya.

Menurutnya, manfaat PP TUNAS tidak hanya terbatas pada pelindungan anak. Regulasi tersebut juga berpotensi menghidupkan kembali berbagai industri kreatif, mulai dari perfilman, penyiaran, hingga penerbitan.

Baca Juga :  Hari Ibu ke-97, Menkomdigi: Perempuan Adalah Penentu Arah Masa Depan Bangsa

“Kita ingin anak-anak kembali menonton film, menonton televisi, dan membaca buku. Dengan begitu, konsentrasi mereka terlatih sekaligus mendukung pertumbuhan industri kreatif nasional,” ujarnya.

Meutya juga mengungkapkan perusahaan-perusahaan digital global menyambut positif penerapan PP TUNAS. Mereka dinilai siap menyesuaikan kebijakan demi menciptakan ekosistem digital yang lebih sehat dan aman bagi anak.

“Perusahaan global cukup antusias untuk mematuhi aturan ini karena pada akhirnya akan menciptakan industri digital yang lebih sehat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga secara global,” tegasnya. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam
Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi
Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag
Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan
Indonesia-Malaysia Perketat Perlindungan Anak di Media Sosial
Telkom Siapkan Percepatan Buyback Saham Rp4 Triliun, Sisa Dana Lebih dari Rp3 Triliun
Pemerintah Bidik Internet 100 Mbps, Tarif Rp100 Ribu per Bulan

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:14

Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 04:23

Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag

Kamis, 22 Oktober 2026 - 00:44

Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 01:21

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan

Berita Terbaru

Sekda Batam, Firmansyah, bersama atlet Batam saat pelepasan atlet Porprov Kepri di Dataran Engku Putri, Batam, Selasa (27/10/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

442 Atlet Batam Bidik Juara Umum Porprov Kepri 2026

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:19