Ansar Tegaskan Pulau Penyengat Jadi Tonggak Lahirnya Bahasa Indonesia

Senin, 6 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kepri Ansar Ahmad memaparkan sejarah panjang Pulau Penyengat sebagai pusat peradaban Melayu sekaligus salah satu tonggak penting lahirnya Bahasa Indonesia dalam program Jurnal Nusantara Kompas TV bertajuk “Pulau Penyengat Perkuat Identitas Budaya Melayu”, Sabtu (4/7/2026). Foto: Istimewa

Gubernur Kepri Ansar Ahmad memaparkan sejarah panjang Pulau Penyengat sebagai pusat peradaban Melayu sekaligus salah satu tonggak penting lahirnya Bahasa Indonesia dalam program Jurnal Nusantara Kompas TV bertajuk “Pulau Penyengat Perkuat Identitas Budaya Melayu”, Sabtu (4/7/2026). Foto: Istimewa

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan Pulau Penyengat menjadi pusat peradaban Melayu sekaligus tempat lahirnya fondasi Bahasa Indonesia. Penegasan itu disampaikan saat menjadi narasumber program Jurnal Nusantara Kompas TV bertajuk Pulau Penyengat Perkuat Identitas Budaya Melayu, Sabtu (4/7/2026).

Ansar mengatakan Pulau Penyengat pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga yang wilayahnya meliputi Riau, Lingga, Johor, Pahang hingga Singapura. Dari pulau kecil itu lahir pemikiran, sastra, dan budaya yang memberi pengaruh besar terhadap perjalanan bangsa.

“Pulau Penyengat menyimpan jejak sejarah dan kebudayaan Melayu yang menjadi fondasi perkembangan Bahasa Indonesia,” kata Ansar.

Ansar menjelaskan Pulau Penyengat memiliki sedikitnya 46 situs cagar budaya. Salah satu yang paling terkenal ialah Masjid Sultan Riau yang dibangun menggunakan campuran pasir, kapur, dan putih telur.

Baca Juga :  Kolaborasi Jurnalis, Pemerintah, dan Dunia Usaha Bersihkan Pantai Lagorap Nongsa

Ia juga menegaskan Pulau Penyengat menjadi pusat literasi Melayu sejak abad ke-19. Percetakan telah berdiri sejak 1886 dan melahirkan ratusan manuskrip karya ulama, bangsawan, hingga kaum perempuan.

Menurut Ansar, tokoh terbesar dari Pulau Penyengat adalah Raja Ali Haji. Melalui Gurindam Dua Belas, Kitab Pengetahuan Bahasa, dan Tuhfat al-Nafis, Raja Ali Haji meletakkan dasar perkembangan bahasa Melayu yang kemudian diadopsi sebagai Bahasa Indonesia.

“Bahasa Melayu dari Kepulauan Riau dipilih sebagai bahasa persatuan karena mudah dipelajari dan telah lama digunakan sebagai bahasa komunikasi antardaerah,” ujarnya.

Baca Juga :  Ansar Lantik Misni sebagai Sekda Definitif Kepri, Cetak Sejarah Baru

Ansar mengungkapkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kini membangun Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat di atas lahan sekitar dua hektare.

Monumen itu akan menjadi pusat edukasi sejarah Bahasa Indonesia sekaligus memperkuat Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya nasional. Kehadirannya juga diharapkan mendorong kunjungan wisatawan, menggerakkan UMKM, dan meningkatkan perekonomian daerah.

“Kami ingin Pulau Penyengat menjadi pusat pembelajaran sejarah, budaya Melayu, dan Bahasa Indonesia bagi generasi sekarang maupun mendatang,” tutup Ansar.

Editor: Yuli

Berita Terkait

September, FOX Hotel Nagoya Batam Tebar Ragam Promo Kuliner
Tour de Bintan 2026 Kembali, 800 Pesepeda dari 42 Negara Siap Taklukkan Bintan
Kepri Percepat Penataan Pulau Penyengat, Siapkan Museum Bahasa Nasional
Radisson Batam Raih Penghargaan Trip.Best Premium Hotel 2026
Wisman Capai 6,07 Juta, Pariwisata Indonesia Terus Tumbuh hingga Mei 2026
Dragon Boat Race 2026, Dorong Pariwisata dan Ekonomi Kepri Resmi Dibuka
Delegasi Sosek Malindo Johor Nilai Pulau Penyengat Punya Potensi Besar Destinasi Budaya Melayu
Kemenpar Bidik Wisatawan Korea Selatan, Raup Potensi Devisa Rp9,4 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 19:26

September, FOX Hotel Nagoya Batam Tebar Ragam Promo Kuliner

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:15

Tour de Bintan 2026 Kembali, 800 Pesepeda dari 42 Negara Siap Taklukkan Bintan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 00:58

Kepri Percepat Penataan Pulau Penyengat, Siapkan Museum Bahasa Nasional

Rabu, 22 Juli 2026 - 20:25

Radisson Batam Raih Penghargaan Trip.Best Premium Hotel 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:11

Wisman Capai 6,07 Juta, Pariwisata Indonesia Terus Tumbuh hingga Mei 2026

Berita Terbaru

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri latihan penanganan pasca-force down Koopsudnas Tahun Anggaran 2026 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Jumat (11/9/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:45