Wamenkomdigi: Humas Harus Jadi Penjernih Informasi di Tengah Ancaman Disinformasi dan AI

Senin, 13 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan sambutan dalam acara Kick Off Konvensi Humas Indonesia 2026 di Antara Heritage, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Foto: Humas Kemkomdigi

Wamenkomdigi Nezar Patria memberikan sambutan dalam acara Kick Off Konvensi Humas Indonesia 2026 di Antara Heritage, Pasar Baru, Jakarta Pusat. Foto: Humas Kemkomdigi

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan, peran humas kini tidak lagi sekadar menyampaikan informasi. Di tengah maraknya disinformasi, misinformasi, dan pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI), humas harus menjadi penjernih informasi (clearing house of information) yang mampu menjaga kepercayaan publik.

Penegasan itu disampaikan Nezar saat membuka Kick Off Konvensi Humas Indonesia 2026 di Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026).

“Peran humas semakin penting ketika lanskap komunikasi dipenuhi disinformasi, misinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian. Humas harus memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan dapat dipercaya,” katanya.

Nezar menilai dunia kini memasuki era post-truth, ketika opini publik lebih mudah dipengaruhi sentimen dibandingkan fakta. Kondisi tersebut semakin diperkuat oleh dominasi platform digital sebagai sumber utama informasi masyarakat.

Ia mengutip kajian World Economic Forum yang menempatkan disinformasi dan misinformasi sebagai salah satu risiko global paling serius.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya: Pertumbuhan Ekonomi Nyata, Tak Hanya di Atas Kertas

“Disinformasi bukan lagi persoalan komunikasi, tetapi telah menjadi ancaman global. Karena itu, PERHUMAS memegang peran strategis dalam membangun ekosistem informasi yang kredibel dan meningkatkan kualitas komunikasi publik,” ujarnya.

Nezar menilai AI membuka peluang besar bagi profesi humas untuk meningkatkan efektivitas komunikasi. Berdasarkan studi One Asia Communications 2025, AI telah dimanfaatkan untuk menganalisis sentimen publik secara real time, menjaga konsistensi pesan, hingga memperkuat storytelling.

Meski begitu, ia menegaskan teknologi tidak dapat menggantikan nilai-nilai dasar komunikasi.

“AI mampu menghasilkan konten dengan cepat, tetapi kepercayaan publik lahir dari integritas, empati, dan ketulusan. Sampai hari ini, AI belum mampu menghadirkan ketulusan dalam komunikasi manusia,” tegasnya.

Nezar juga menyoroti perkembangan agentic AI yang mulai mampu membaca data, menyusun strategi komunikasi, hingga membangun narasi secara otomatis selama 24 jam.

Baca Juga :  Raja Ali Haji di Taman Magtymgyly Pyragy, di Antara Pahlawan Literatur, Penyair dan Pemikir Dunia

Karena itu, ia meminta insan humas terus meningkatkan kompetensi, menguasai AI, memperkuat kemampuan berpikir kritis, memverifikasi informasi, memahami konteks sosial, dan menjaga etika komunikasi yang tidak bisa digantikan mesin.

Ia menambahkan, banyak negara masih menyusun regulasi AI yang adaptif dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, keamanan, dan non-diskriminasi.

“Perkembangan AI jauh lebih cepat daripada penyusunan regulasi. Karena itu, tata kelola AI harus mampu menyeimbangkan inovasi dengan perlindungan kepentingan publik,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Nezar berharap Konvensi Humas Indonesia 2026 menjadi momentum memperkuat kapasitas profesi humas menghadapi transformasi digital, mengoptimalkan pemanfaatan AI, mengembangkan strategi Generative Engine Optimization (GEO), serta membangun narasi positif yang memperkuat citra Indonesia di mata dunia. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi
Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan
Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan
Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga
Kemkomdigi Wajibkan Operator Lindungi Sisa Kuota Pelanggan
Prabowo Perkenalkan “Jas Hijau”: Jangan Lupakan Jasa Ulama

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:10

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi

Kamis, 10 September 2026 - 21:36

Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan

Senin, 7 September 2026 - 17:17

Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan

Sabtu, 5 September 2026 - 21:04

Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik

Kamis, 3 September 2026 - 20:09

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Berita Terbaru

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri latihan penanganan pasca-force down Koopsudnas Tahun Anggaran 2026 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Jumat (11/9/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:45