Raja Ali Haji di Taman Magtymgyly Pyragy, di Antara Pahlawan Literatur, Penyair dan Pemikir Dunia

Jumat, 5 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Patung Raja Ali Haji di Magtymgyly Pyragy Park kota Ashgabat, Turkmenistan. (Sumber: turkmenistan.gov.tm)

Patung Raja Ali Haji di Magtymgyly Pyragy Park kota Ashgabat, Turkmenistan. (Sumber: turkmenistan.gov.tm)

Keberadaan patung Raja Ali Haji di Magtymgyly Pyragy Park, Ashgabat, Turkmenistan, menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Melayu. Pujangga besar asal Pulau Penyengat itu berdiri sejajar dengan 23 tokoh sastra, penyair, dan pemikir dunia lainnya.

Magtymgyly Pyragy Park merupakan kompleks taman budaya seluas 41 hektare yang berada di kaki Pegunungan Kopetdag, Distrik Büzmeýin, Ashgabat. Presiden Serdar Berdimuhamedov meresmikan taman ini pada 17 Mei 2024 untuk memperingati 300 tahun kelahiran penyair nasional Turkmenistan, Magtymguly Pyragy.

Turkmenistan membangun taman tersebut sebagai simbol persahabatan antarbangsa sekaligus penghormatan terhadap warisan sastra dunia.

Di taman yang berjarak sekitar 6.600 kilometer dari Kepulauan Riau itu, patung Raja Ali Haji berdiri di atas pedestal marmer putih. Patung perunggu setinggi 3,5 meter itu menampilkan sosok Raja Ali Haji sebagai sejarawan, ulama, dan ahli tata bahasa Melayu.

Patung Raja Ali Haji berdampingan dengan tokoh-tokoh dunia seperti William Shakespeare, Johann Wolfgang von Goethe, Dante Alighieri, Honoré de Balzac, Rabindranath Tagore, Yasunari Kawabata, hingga Mihai Eminescu.

Baca Juga :  Ansar Ahmad Hadiri Haul Syekh Syihabuddin di Pulau Penyengat

Pemerintah Turkmenistan memilih Raja Ali Haji sebagai representasi dunia Melayu-Nusantara karena jasanya meletakkan dasar tata bahasa Melayu yang kemudian berkembang menjadi Bahasa Indonesia. Karya monumentalnya, Gurindam Dua Belas, juga mendapat pengakuan luas sebagai warisan sastra penting di kawasan Asia Tenggara.

Penghormatan Turkmenistan terhadap Raja Ali Haji memunculkan pertanyaan sederhana: mengapa Pulau Penyengat, tanah kelahirannya, belum memiliki monumen yang setara untuk mengabadikan jasanya?

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berupaya menjawab pertanyaan tersebut melalui pembangunan Monumen Tugu Bahasa Nasional di Pulau Penyengat.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan bahwa pembangunan Tugu Bahasa bertujuan memperkuat identitas Pulau Penyengat sebagai tempat lahir akar Bahasa Indonesia.

“Pembangunan Tugu Bahasa ini untuk menegaskan bahwa Pulau Penyengat adalah tempat lahirnya akar Bahasa Indonesia. Ini menjadi kebanggaan sekaligus penguatan identitas sejarah dan budaya kita,” ujarnya.

Baca Juga :  Bakamla RI Kembali Bergerak Kirim Bantuan ke Aceh

Proyek tersebut mencakup dua fasilitas utama, yakni Monumen Tugu Bahasa dan Museum Bahasa.

Monumen Tugu Bahasa akan menjadi landmark baru Kepulauan Riau yang dibangun di Bukit Kursi, Pulau Penyengat. Lokasi ini menawarkan panorama kawasan Tanjungpinang, Dompak, Senggarang, hingga Batam. Tugu juga direncanakan dilengkapi fasilitas lift menuju puncak bangunan.

Sementara itu, Museum Bahasa akan menampilkan perjalanan Bahasa Melayu menjadi Bahasa Indonesia, koleksi karya sastra Melayu klasik, serta berbagai ruang edukasi interaktif bagi pengunjung.

Pembangunan museum dan monumen tersebut tidak hanya memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai tanah kelahiran Bahasa Indonesia, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan wisata sejarah, pendidikan, dan ekonomi daerah.

Jika Turkmenistan mengabadikan Raja Ali Haji di taman budaya kelas dunia, maka sudah selayaknya Pulau Penyengat menghadirkan monumen yang mampu menghormati dan memperkenalkan warisan sang pujangga kepada generasi mendatang.

Editor: Yuli

Berita Terkait

OJK Luncurkan Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan PPDP 2026–2030
Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni
Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya
Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam
Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi
Pemerintah Perkuat Pesantren, Bentuk Ditjen Khusus di Kemenag
Prabowo Tekankan Kekompakan Kabinet, Kerja Sama Jadi Kunci Kinerja Pemerintahan
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK Siapkan Empat Strategi Penguatan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 22:15

OJK Luncurkan Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan PPDP 2026–2030

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:35

Meutya Hafid Ajak ASN Jaga Persatuan, Bukan Sekadar Seremoni

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:28

Prasetyo Hadi Ajak Pemuda Lanjutkan Semangat Sumpah Pemuda Lewat Karya

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:30

Meutya Hafid Raih Penilaian 4,9 Persen dalam Survei Kinerja Menteri Polhukam

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:14

Kemkomdigi: Jawaban Meta AI Bukan Pernyataan Resmi

Berita Terbaru