Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan

Senin, 7 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Foto: Tangkapan Layar BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin rapat terbatas mengenai perkembangan penanganan bencana alam di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9/2026). (Foto: Tangkapan Layar BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah menambah signifikan anggaran mitigasi bencana. Ia ingin pemerintah memperkuat kesiapan menghadapi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Prabowo menyampaikan arahan itu saat memimpin rapat terbatas terkait perkembangan penanganan bencana alam di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menurut Prabowo, rangkaian bencana dan kondisi darurat di sejumlah daerah harus menjadi evaluasi untuk memperkuat kesiapsiagaan pemerintah.

“Pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan. Saya kira dalam menghadapi keadaan ke depan kita akan lebih mampu,” kata Prabowo.

Ia menilai pemerintah telah merespons sejumlah bencana, termasuk di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, dengan lebih cepat dan masif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Prabowo juga mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan hingga pemulihan di daerah terdampak.

“Untuk itu saya ucapkan terima kasih semua unsur yang telah bekerja keras,” ujarnya.

Prabowo turut mengevaluasi penanganan kebakaran hutan. Ia menilai respons pemerintah sudah cukup masif, meski masih terdapat keterlambatan di sejumlah lokasi.

Karena itu, pemerintah diminta memperkuat sarana penanganan bencana. Prabowo meminta penambahan helikopter, pompa air, peralatan pemadam kebakaran, hingga alat berat di wilayah rawan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Salat Idulfitri di Aceh Tamiang

Ia juga meminta ekskavator berukuran kecil ditempatkan lebih dekat dengan daerah yang rutin menghadapi kebakaran hutan maupun ancaman bencana lainnya.

Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh menunggu bencana terjadi untuk menyiapkan personel dan peralatan.

Pemerintah, kata dia, perlu menyusun rencana induk atau masterplan mitigasi bencana secara menyeluruh.

“Persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,” tegas Prabowo.

Penguatan kesiapsiagaan juga mencakup kemampuan udara. Pemerintah mempertimbangkan penambahan helikopter, pesawat untuk operasi modifikasi cuaca, serta pesawat nirawak atau drone yang mampu membawa air untuk membantu pemadaman kebakaran.

Prabowo juga meminta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji bahan dan metode yang paling efektif untuk mendukung operasi modifikasi cuaca.

Pemerintah juga berencana memperkuat kemampuan TNI Angkatan Laut dalam mendukung penanganan bencana.

Prabowo menyebut kapal yang akan masuk jajaran TNI AL dapat mendukung operasional helikopter dan drone. Dengan dukungan tersebut, pemerintah dapat mengerahkan bantuan ke daerah terdampak lebih cepat.

Presiden juga menyoroti penanganan gempa di Flores, aktivitas Gunung Anak Krakatau, serta kebakaran hutan dan kabut asap.

Berbagai ancaman tersebut, menurut Prabowo, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan Indonesia sebagai negara yang berada di kawasan cincin api atau Ring of Fire.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau turut mengganggu operasional penerbangan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah baru akan membuka kembali bandara terdampak abu vulkanik setelah memastikan aspek keselamatan.

Baca Juga :  Sahabat-AI Resmi Meluncur, Komdigi dan Indosat Hadirkan AI “Paling Indonesia”

Demi keselamatan penerbangan, penutupan delapan bandara terdampak diperpanjang hingga 9 September 2026 pukul 09.00 WIB.

Untuk Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, penutupan mengacu pada NOTAM A3368/26 NOTAMR A3355/26 yang berlaku hingga pukul 08.59 WIB.

Selain Soekarno-Hatta, pemerintah menutup Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta, Bandara Radin Inten II di Lampung, Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Budiarto Curug di Tangerang, Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat, Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatra Selatan.

“Keselamatan menjadi prioritas kita. Kami melihat situasi terakhir berdasarkan informasi yang diberikan BMKG. Jadi kami belum bisa memastikan kapan akan berakhir karena cuaca terlalu dinamis,” ujar Dudy di Jakarta, Minggu (6/9/2026) malam.

Ia menjelaskan perubahan arah angin pada setiap lapisan ketinggian menjadi salah satu faktor utama yang terus dipantau.

“Tadi disampaikan BMKG bahwa setiap layer ketinggian arah anginnya cepat berubah, sehingga ini yang harus kita pastikan,” katanya. Sumber Infopublik

Editor: Bibah

Berita Terkait

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi
Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan
Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik
Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia
Kemkomdigi Usulkan Tambahan Anggaran Rp3,23 Triliun untuk PDN dan Tiga Lembaga
Kemkomdigi Wajibkan Operator Lindungi Sisa Kuota Pelanggan
Prabowo Perkenalkan “Jas Hijau”: Jangan Lupakan Jasa Ulama
KKI 2026 Dorong 23 UMKM Kepri Naik Kelas, Tembus Pasar Global

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:10

Honda Bikers Day 2026 Bawa Semangat Brotherhood Lintas Generasi

Kamis, 10 September 2026 - 21:36

Bansos Digital Diuji, 50 Juta Warga Diproyeksikan Akses Bersamaan

Senin, 7 September 2026 - 17:17

Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah Signifikan

Sabtu, 5 September 2026 - 21:04

Kemkomdigi: Rekam di Ruang Publik Tak Batasi Kerja Jurnalistik

Kamis, 3 September 2026 - 20:09

Prabowo-Putin Bertemu di Vladivostok, Tegaskan Strategisnya Hubungan Indonesia-Rusia

Berita Terbaru

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri latihan penanganan pasca-force down Koopsudnas Tahun Anggaran 2026 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Jumat (11/9/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:45