Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri Misni berziarah ke Makam Raja Ali Haji di Pulau Penyengat, Rabu (23/9) sore. Ziarah itu dilakukan menjelang groundbreaking pembangunan Museum dan Monumen Bahasa.
Sebelum berziarah, Ansar dan Misni meninjau persiapan di Balai Adat Pulau Penyengat. Rombongan kemudian menuju Makam Engku Puteri untuk memanjatkan doa sebelum melanjutkan ziarah ke Makam Raja Ali Haji.
Ansar mengatakan ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang berperan dalam sejarah dan kebudayaan Melayu, khususnya perkembangan bahasa dan sastra.
“Kita berziarah dulu, mendoakan para pendahulu kita. Mudah-mudahan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa ini juga mendapat keberkahan dan bisa menjadi warisan untuk generasi kita ke depan,” kata Ansar.
Ansar menyebut Pulau Penyengat memiliki kaitan kuat dengan perjalanan sejarah bahasa dan kebudayaan Melayu di Kepulauan Riau. Raja Ali Haji menjadi salah satu tokoh penting dalam perkembangan bahasa dan sastra Melayu melalui karya-karyanya.
Karena itu, pembangunan Museum dan Monumen Bahasa tidak sekadar membangun fasilitas fisik. Pemerintah Kepri ingin menjadikannya sebagai ruang untuk mengenalkan sejarah perkembangan bahasa sekaligus merawat warisan budaya Melayu.
“Pembangunan ini bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya menjaga sejarah dan identitas kebahasaan Kepulauan Riau,” ujar Ansar.
Ia menegaskan proses pembangunan membutuhkan persiapan matang dan dukungan berbagai pihak agar berjalan sesuai rencana.
Ansar pun mengajak masyarakat Kepri memberikan dukungan dan doa terhadap pembangunan tersebut.
“Dengan adanya dukungan masyarakat, kita harapkan proses pembangunannya berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan,” harapnya.
Editor: Yuli







