Ansar Canangkan Sensus Ekonomi 2026 Kepri, Ajak Masyarakat Dukung Pendataan

Kamis, 18 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Kepala BPS RI Amalia Adininggar, Kepala BPS Kepri Toto Haryanto Silitonga, Ketua TP PKK Kepri Dewi Kumalasari, serta Ketua Sensus Ekonomi Nasional Windiarso Konco Adi menekan sirine tanda dimulainya SE2026 di Kepri. Foto: Biro ADPIM Kepri

Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Kepala BPS RI Amalia Adininggar, Kepala BPS Kepri Toto Haryanto Silitonga, Ketua TP PKK Kepri Dewi Kumalasari, serta Ketua Sensus Ekonomi Nasional Windiarso Konco Adi menekan sirine tanda dimulainya SE2026 di Kepri. Foto: Biro ADPIM Kepri

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) Provinsi Kepulauan Riau di Balairung Aula Wan Seri Beni, Dompak, Rabu (17/6/2026).

Ansar mencanangkan sensus bersama Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti dan Kepala BPS Kepri Toto Haryanto Silitonga. Pendataan ekonomi terbesar di Indonesia itu akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Ansar menegaskan hasil sensus akan menjadi dasar pemerintah menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Menurutnya, Kepri membutuhkan data ekonomi yang akurat untuk memperkuat pembangunan, terutama di sektor maritim yang menjadi kekuatan utama daerah.

Baca Juga :  Wamenkes Tinjau CKG dan Pemeriksaan TB di Posyandu Kencana

“Sensus ekonomi menjadi pedoman penting dalam menentukan kebijakan strategis pembangunan Kepri ke depan,” kata Ansar.

Ia meminta bupati, wali kota, camat, lurah, kepala desa, instansi vertikal, TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan ikut menyukseskan SE2026.

Ansar juga mengajak masyarakat dan pelaku usaha memberikan data yang benar agar seluruh aktivitas ekonomi di Kepri dapat terdata.

“Hasil sensus akan membantu pemerintah merancang program ekonomi yang lebih inklusif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Baca Juga :  Ansar Ahmad Buka POPDA X Kepri 2026, Cetak Atlet Berprestasi dan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan BPS wajib melaksanakan sensus ekonomi setiap 10 tahun sesuai Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

Amalia menyebut perubahan ekonomi yang berlangsung cepat menuntut ketersediaan data yang lengkap dan mutakhir.

“Jangan ada yang terlewat dan pastikan data yang diberikan akurat. Dua hal itu menjadi kunci keberhasilan sensus ekonomi,” tegasnya.

BPS bersama pemerintah daerah akan mengoptimalkan koordinasi untuk memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan sukses.

Berita Terkait

Wamenkes Tinjau CKG dan Pemeriksaan TB di Posyandu Kencana
Ansar Rotasi Tiga Pejabat Eselon II Pemprov Kepri
Labkesmas Kepri Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Masyarakat
Pemprov Kepri dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
Wagub Kepri Dorong Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Ekonomi Daerah
Diskominfo Kepri Perkuat Kekompakan Pegawai Lewat Capacity Building
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Salurkan 5.695 Masker untuk Warga Terdampak Erupsi Sinabung
Kepri-Singapura Perkuat Kerja Sama, Investasi Digital Jadi Fokus

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:26

Wamenkes Tinjau CKG dan Pemeriksaan TB di Posyandu Kencana

Rabu, 9 September 2026 - 19:17

Labkesmas Kepri Perkuat Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Masyarakat

Selasa, 8 September 2026 - 21:31

Pemprov Kepri dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

Senin, 7 September 2026 - 17:10

Wagub Kepri Dorong Bank Mandiri Perkuat Ekosistem Ekonomi Daerah

Jumat, 4 September 2026 - 20:23

Diskominfo Kepri Perkuat Kekompakan Pegawai Lewat Capacity Building

Berita Terbaru

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri latihan penanganan pasca-force down Koopsudnas Tahun Anggaran 2026 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Jumat (11/9/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:45