Inflasi Kepri Naik 3,92 Persen, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama

Jumat, 5 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Indonesia dan TPID akan terus memperkuat produksi pangan, memperluas pasar murah, dan meningkatkan kerja sama antar daerah. Foto: Istimewa

Bank Indonesia dan TPID akan terus memperkuat produksi pangan, memperluas pasar murah, dan meningkatkan kerja sama antar daerah. Foto: Istimewa

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Kepulauan Riau (Kepri) pada Mei 2026 sebesar 0,38 persen secara bulanan (mtm), lebih rendah dibandingkan April 2026 yang mencapai 0,43 persen.

Seluruh daerah IHK di Kepri mengalami inflasi. Kota Batam mencatat inflasi 0,33 persen, Kota Tanjungpinang 0,59 persen, dan Kabupaten Karimun 0,63 persen.

Secara tahunan, inflasi Kepri naik menjadi 3,92 persen (yoy) dari 3,06 persen pada April 2026. Angka tersebut melampaui inflasi nasional yang sebesar 3,08 persen dan menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan inflasi tertinggi keempat di Sumatera.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony P Widijarto, mengatakan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi Mei 2026.

Baca Juga :  Kelulusan Siswa Kepri 99,94 Persen, 19 Orang Tidak Lulus

Kenaikan harga cabai merah, tomat, sawi hijau, dan ketimun mendorong inflasi kelompok tersebut hingga 1,27 persen. Berakhirnya masa panen di Sumatera bagian utara memicu kenaikan harga sejumlah komoditas hortikultura.

Kelompok transportasi juga menyumbang inflasi akibat penyesuaian harga BBM nonsubsidi yang mengikuti kenaikan harga energi global.

Sebaliknya, penurunan harga emas perhiasan menahan laju inflasi. Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya tercatat mengalami deflasi 1,35 persen.

Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat pengendalian inflasi melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS).

Selama Mei 2026, TPID menggelar High Level Meeting, pasar murah di Lingga, Tanjungpinang, dan Karimun, sosialisasi pengendalian inflasi, serta penguatan kelembagaan pangan daerah.

Baca Juga :  Amsakar: Musrenbang Kunci Libatkan Warga dalam Pembangunan Daerah

Bank Indonesia mewaspadai sejumlah faktor yang berpotensi mendorong inflasi pada Juni 2026. Risiko tersebut antara lain dampak El Nino, kenaikan harga energi global, meningkatnya biaya logistik, serta berkurangnya pasokan hortikultura akibat berakhirnya musim panen.

Meski demikian, normalisasi harga emas perhiasan diperkirakan dapat membantu meredam tekanan inflasi.

Ke depan, Bank Indonesia dan TPID akan terus memperkuat produksi pangan, memperluas pasar murah, dan meningkatkan kerja sama antar daerah guna menjaga inflasi Kepri tetap terkendali pada kisaran sasaran 2,5±1 persen hingga akhir 2026.

Editor: Bibah

Berita Terkait

Wagub Kepri Tinjau Renovasi RSUD RAT, Rp19,98 Miliar Digelontorkan
Pemprov Kepri Perkuat Pengelolaan Aset, Ranperda BMD Fokus pada Kepastian Hukum
BNPT Dukung Penguatan Sistem Keamanan Pembangkit Listrik di Kepri
Radikalisme di Kepri Menurun, BNPT Dorong Penguatan Toleransi dan Literasi Digital
Tiga Daerah Mulai Bangun pada 2026, Wagub Diminta Awasi Langsung di Lapangan
Sensus Ekonomi 2026 di Kepri Dimulai, Gubernur Ansar Jadi Responden Perdana
Kepri dan Kementerian P2MI Bangun Ekosistem Pekerja Migran Berkualitas
Menteri P2MI Tinjau BP3MI Kepri, Tekankan Pelayanan Humanis bagi Pekerja Migran

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 20:17

Wagub Kepri Tinjau Renovasi RSUD RAT, Rp19,98 Miliar Digelontorkan

Rabu, 22 Juli 2026 - 01:35

Pemprov Kepri Perkuat Pengelolaan Aset, Ranperda BMD Fokus pada Kepastian Hukum

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:22

BNPT Dukung Penguatan Sistem Keamanan Pembangkit Listrik di Kepri

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:16

Radikalisme di Kepri Menurun, BNPT Dorong Penguatan Toleransi dan Literasi Digital

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:20

Tiga Daerah Mulai Bangun pada 2026, Wagub Diminta Awasi Langsung di Lapangan

Berita Terbaru

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri latihan penanganan pasca-force down Koopsudnas Tahun Anggaran 2026 di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Jumat (11/9/2026). Foto: Humas Diskominfo Batam

Batam

Amsakar Puji Kesiapsiagaan TNI AU Jaga Udara Batam

Jumat, 11 Sep 2026 - 20:45